Rupiah Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) imbas lonjakan harga minyak dunia pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdoe), kurs rupiah dibuka melemah 0,05% atau 9 poin menjadi Rp17.813 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.804 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah melemah 0,12% menjadi Rp17.812 per dolar AS, dari posisi Rp17.804 pada penutupan akhir pekan lalu.

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya dibuka melemah terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (-0,47%), Ringgit Malaysia (-0,24%), Peso Filipina (-0,21%), Yen Jepang (-0,16%), Dolar Taiwan (-0,08%), Dolar Singapura (-0,08%), Yuan Tiongkok (-0,05%), dan Dolar Hong Kong (-0,02%).

Pelemahan rupiah terjadi seiring kenaikan harga minyak dunia jenis Brent sebesar 1% menjadi US$81,3 per barel pada perdagangan sesi pagi ini.

Harga minyak dunia melonjak imbas konflik Timur Tengah yang berkepanjangan, setelah AS dan Iran tak kunjung mencapai kesepakatan perdamaian.

Dalam pernyataan terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengancam akan menyerang Iran jika tidak menghentikan gerakan militan Hizbullah di Lebanon.

Trump juga menyampaikan akan memungut bayaran untuk pelayaran yang melewati Selat Hormuz, jika kesepakatan perdamaian dengan Iran tidak tercapai.

Perkembangan terbaru konflik Timur Tengah membuat pasar keuangan global dan pasar logam mulia kembali terguncang, ditandai dengan penurunan harga saham, logam mulia, dan nilai tukar terhadap dolar AS.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri seiring rencana pemerintah memberikan stimulus fiskal guna menopang pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp472,2 miliar, melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPn) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100%.

Insentif tersebut diberikan kepada pembeli tiket pesawat domestik kelas ekonomi seiring masa liburan sekolah, dengan target penerima manfaat sebanyak 2,3 juta penumpang.

Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp190,5 miliar dalam bentuk diskon tarif transportasi darat dan laut dengan target penerima manfaat mencapai 3,07 juta orang.

Ekonom menilai stimulus tersebut berpotensi memberi dukungan jangka pendek terhadap konsumsi rumah tangga yang selama ini jadi motor pertumbuhan ekonomi, namun berdampak pada beban fiskal akibat tekanan konflik Timur Tengah yang memicu lonjakan inflasi, dan defisit anggaran.

Hingga pukul 11:30, kurs rupiah Jisdor terpantau makin melemah ke level Rp17.830 per dolar AS. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran level Rp17.750 per dolar AS hingga Rp17.850 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Terhempas ke Zona Merah, Saham Telkom dan 4 Bank besar Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Pendapatan US$ 160 Juta, Film Animasi “Toy Story 5” Cetak Box Office Terbesar Tahun 2026

BRIEF.ID – Film animasi yang diproduksi Pixar Animation Studio,...

Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Senin Pagi

BRIEF.ID – Negosiasi tingkat tinggi di Swiss, yang bertujuan...

Laga Penentu Grup J, Argentina dan Austria Incar Kemenangan Kedua

BRIEF.ID – Pertandingan antara Argentina dan Austria pada laga...