BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah masih betah di level Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), tertekan arus modal keluar (capital outflow) terutama di pasar saham.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Selasa (28/4/2026), kurs rupiah melemah 0,07% atau 12 poin menjadi Rp17.223 dolar AS dari level sebelumnya Rp17.211 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah hari ini dibuka terkoreksi 0,12% ke level Rp17.215 per dolar AS. Pelemahan rupiah terus berlanjut, dan terpantau berada di level Rp17.234 per dolar AS pada penutupan sesi pagi perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 WIB.
Pelemahan rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal, yakni pergerakan harga minyak dunia dan indeks dolar AS. Seperti dilansir Bloomberg, indeks dolar AS menguat terbatas 0,02% ke posisi 98,52 pada sesi pagi. Sedangkan harga minyak dunia jenis Brent, yang menjadi acuan masih bertahan di US$108 per barel.
Selain itu, pergerakan rupiah juga masih dipengartuhi sentimen dalam negeri, seiring capital outflow yang masih deras. Dari pasar saham domestik, arus keluar dana asing tercatat cukup agresif, yakni mencapai US$118,5 juta pada Senin (27/4/2026).
Arus modal keluar yang ditandai dengan aksi jual saham oleh investor asing ini, menjadi yang terbesar sejak 26 Maret 2026. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp17.200 per dolar AS hingga Rp17.240 per dolar AS. (jea)


