BRIEF.ID – Bitcoin diperdagangkan menguat pada Jumat (12/6/2026) dan siap mencatat kenaikan mingguan yang moderat di tengah optimisme atas kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kenaikan secara keseluruhan aset kripto ini masih terbatas, sementara harganya diperdagangkan mendekati level terendah tahunan di tengah tekanan jual institusional yang berkelanjutan pada exchange-traded fund (ETF) spot.
Pergeseran yang lebih luas ke saham kecerdasan buatan, serta penawaran umum perdana (IPO) besar dari SpaceX, juga turut membebani pasar kripto.
Dikutip dari Investing.com, Jumat (12/6/2026), Bitcoin naik 0,9% ke US$ 63.337,8 pada pukul 09:02 WIB. Kripto terbesar di dunia ini diperdagangkan naik sekitar 4% dalam sepekan setelah anjlok sekitar 17%, pada pekan lalu.
Pasar kripto tertinggal dari reli yang lebih luas di pasar berisiko, dengan Wall Street dan pasar Asia naik tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran yang bisa ditandatangani secepatnya akhir pekan ini.
Trump mengklaim bahwa kesepakatan tersebut mencakup pengakhiran perang dengan Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera. Namun, Iran merespons dengan nada yang lebih hati-hati terkait kesepakatan damai tersebut. Laporan media lokal yang memuat komentar dari kementerian luar negeri mengakui bahwa meskipun ada kemajuan menuju kesepakatan, sejumlah poin perselisihan masih ada.
Teheran juga belum memutuskan untuk menyetujui kesepakatan itu. Pasar tetap reli merespons pernyataan Trump, sementara harga minyak anjlok, yang membantu meredakan sebagian kekhawatiran atas inflasi berbasis energi dan suku bunga tinggi akibat perang Iran. (nov)


