IHSG Terhempas ke Zona Merah, Saham TLKM dan ASII Jadi Pemberat 

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas ke zona merah pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026).

Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual terhadap saham-saham potensial, antara lain saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,31% atau 21,95 poin ke level 7.128. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,26% atau 1,76 poin ke posisi 688,50.

Namun  tak berselang lama, IHSG berbalik arah ke zona merah, dan terkoreksi 0,15% atau 10,93 poin di level 7.095 pada penutupan sesi I perdagangan, pukul 12:00 waktu JATS.

Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, sempat menyentuh level tertinggi di 7.151, dan level terendah di 7.032.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 312 saham naik harga,  340 saham turun harga, dan 151 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 17,174 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.269.335 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,595 triliun.

Tekanan jual terhadap saham-saham potensial masih terus terjadi. Hari ini, saham TLKM dan ASII menjadi pemberat IHSG, karena mengalami tekanan jual cukup besar.

Harga saham TLKM terpantau terkoreksi sebesar 2,47% atau Rp70 menjadi Rp2.760 per lembar, sedangkan ASII melemah 1,63% atau Rp100 menjadi Rp6,025 per lembar.

Perkembangan konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG, seiring ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Meskipun Iran menawarkan kesepakatan perdamaian sementara, dengan janji akan membuka Selat Hormuz, asalkan AS tidak memblokade kapal yang keluar dan masuk Pelabuhan Iran.

Sementara AS masih belum memberi tanggapan. Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan mengadakan rapat khusus untuk membahas proposal perundingan damai yang diajukan Iran.

Hal itu, membuat harga minyak dunia tetap tinggi, begitu juga indeks dolar AS, sehingga menekan pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sementara dari dalam negeri, investor asing terus melakukan aksi jual saham sehingga arus modal keluar (capital outflow) dari pasar saham terus berlangsung.

Hal itu, menunjukkan investor asing semakin hati-hati menanamkan modal di pasar saham Indonesia, karena khawatir dengan kondisi ekonomi yang rawan terdampak konflik Timur Tengah.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung melemah terbatas, dan akan bergerak di kisaran level support 7.000 hingga level resistane 7.150. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Minta Investigasi Menyeluruh Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta investigasi menyeluruh terkait...

Rupiah Masih Betah di Level Rp17.200 per Dolar AS Tertekan Capital Outflow

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih betah di...

Prabowo Instruksikan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta, Fokus Tekan Risiko Kecelakaan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk...

Dirut KAI: Korban Meninggal Tabrakan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

BRIEF.ID - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia...