BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta investigasi menyeluruh terkait insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang telah menewaskan 14 orang, dan 84 korban luka-luka.
Pernyataan itu, disampaikan Presiden Prabowo saat mengunjungi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
“Agar segera dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden kecelakaan kereta, yang terjadi di Bekasi Timur,” kata Prabowo, seperti dikutip Tribunnews.com, Selasa.
Pada kesempatan itu, presiden menyoroti perlintasan kereta api yang tidak dijaga petugas, dan masih dilewati kendaraan, karena belum dibangun flyover (jalan layang).
Menurut dia, perlintasan kereta yang tidak ada penjaganya, harus mendapat perhatian. Selain itu, pembangunan flyover di perlintasan kereta perlu dilakukan agar tidak ada lagi kendaraan yang terjebak, dan dapat bertabrakan dengan kereta yang melintas.
“Secara garis besar lintasan kereta api yang tidak dijaga, itu segera diatasi. Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak,” ungkap Prabowo.
Dia menjelaskan, di Pulau Jawa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta, yang sama seperti lintasan tempat terjadinya insiden tabrakan di Bekasi Timur, sehingga perlu adanya evaluasi untuk penutupan.
“Saya kira sejak jaman belanda ini (perlintasan kerea), dan saya sudah perintahkan segera, kami akan segera memperbaiki semua, apakah akan dilakukan pos jaga atau gimana nanti pelaksanaan akan kita tunjuk,” ungkap Prabowo.
Mengenai para korban luka-luka, Prabowo menyampaikan, ada sekitar 54 orang yang dirawat di RSUD Bekasi. Mereka ditangani dengan baik, dan sebagian besar kondisinya membaik.
“Para korban luka-luka ditangani dengan baik, untuk kompensasi semuanya ada,” tutur Prabowo.
Seperti diberitakan, kereta Commuter Line atau KRL Jabodetabek tujuan Bekasi-Jakarta bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.
Sebelumnya, KRL Jabodetabek menabrak taksi yang terjebak atau berhenti di perlintasan kereta, dan kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Angrrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan korban meninggal akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur sebanyak 14 orang, dan 84 korban luka-luka. (jea)


