Rupiah Makin Perkasa ke Level Rp17.500 per Dolar AS Ditopang Capital Inflow ke Pasar SUN

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah makin perkasa ke level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (9/9/2026), ditopang arus modal masuk (capital inflow) ke pasar surat utang negara (SUN).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.551 per dolar AS.

Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka menguat 0,31% atau 55 poin menjadi Rp17.577 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.632 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (8/9/2026)

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah juga dibuka menguat menguat 0,9% ke level Rp17.615 per dolar AS, kemudian terus melesat hingga menyentuh level Rp17.570 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di saat harga minyak dunia melonjak seiring konflik Timur Tengah yang  memanas, setelah AS dan Iran kembali saling serang.

Perkembangan terbaru dari konflik Timur Tengah itu, membuat harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global ditutup melesat ke level US$ 99,39 per barel, pada Selasa (8/9/2026).

Hal itu, membuat pelaku pasar menilai dunia masih dilingkupi ancaman inflasi tinggi, sehingga keyakinan bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan pada rapat pekan depan makin meningkat.

Pada akhir pekan ini, Jumat (11/9/2026), data inflasi AS akan diumumkan. Jika inflasi AS tak bergerak mendekat ke target 2%, The Fed dipastikan akan memperketat kebijakan moneter, dan menaikkan Fed Funds Rate (FFR) untuk mengendalikan inflasi.

Imbasnya, investor menarik portofolio berbasis dolar AS, dan mengalihkan modal ke pasar keuangan emerging market, sehingga indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia melemah ke level 98,8.

Hal ini, yang membuat rupiah perkasa karena mendapat tenaga dari aliran modal asing ke pasar SUN. Melansir data Bloomberg, aliran modal asing tercatat sebesar US$590,5 juta ke SUN per 4 September 2026.

Untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah diprediksi terus menguat dengan bergerak di kisaran level Rp17.500 per dolar AS hingga Rp17.600 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Makin Terpuruk, Dijual Kembali Lebih Rugi

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Lima Pewarta Foto Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

BRIEF.ID – Manajemen Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan...

IHSG Berpeluang Uji Level 6.700

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim SAR

BRIEF.ID - Speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput...