BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali melemah ke level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (6/11/2026).
Pada awal perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,07% atau 13 poin menjadi Rp18.095 per dolar AS dari level sebelumnya Rp18.082 per dolar AS.
Hingga pukul 11:30 WIB, pelemahan rupiah terus berlanjut hingga menyentuh level Rp18.140 per dolar AS, terkoreksi 0,32% atau 58 poin dari level Rp18.082 pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026).
Pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia, penguatan indeks dolar AS, dan tekanan terhadap pasar saham global akibat aksi lepas saham-saham teknologi terutama yang mengembangkan artificial intelligence (AI).
Harga minyak dunia hari ini mengalami kenaikan meski masih berada di bawah level US$100 per barel, seiring serangan pada kapal tanker di kawasan Timur Tengah.
Seperti dilansir Bloomberg, harga minyak dunia jenis Brent untuk pengiriman di Januari 2026 naik 3,9% menjadi US$98,29 per barel. Sedangkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 2,7% menjadi US$90,52 per barel.
Indeks dolar AS kembali menguat seiring langkah investor mengantisipasi perubahan arah kebijakan AS setelah Pemilu Sela dimenangkan Partai Demokrat secara mayoritas baik di Kongres AS maupun di Senat AS.
Pada perdagangan sesi pagi ini, indeks dolar AS menguat 0,1% di level 101,585, sehingga menekan rupiah dan mayoritas mata uang Asia lainnya.
Beberapa mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS antara lain Dolar Taiwan, Ringgit Malasysia, Yen Jepang, Baht Thailand, Dolar Singapura, Won Korea Selatan, Peso Filipina, dan Yuan Tiongkok.
Tekanan dari aksi jual investor terhadap saham-saham teknologi terutama yang mengembangkan AI juga turut mempengaruhi pasar keuangan global.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite ambruk masing-masing sebesar 3,44%, 4,36%, dan 5,52%.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah di kisaran level Rp18.050 per dolar AS hingga Rp18.150 per dolar AS. (Jea)


