BRIEF.ID – Rencana pemerintah meluncurkan program rekening gratis pada akhir Desember 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses masyarakat kepada layanan perbankan. Program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang selama ini belum memiliki rekening bank.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program ini akan menjangkau sekitar 25,16 juta penduduk dewasa.
“Program rekening gratis bukan sekadar memberikan rekening dan saldo awal Rp 50.000. Kebijakan ini memiliki tujuan lebih luas, yakni membuka kesempatan bagi masyarakat kecil untuk menikmati layanan keuangan formal yang selama ini belum sepenuhnya mereka akses,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Disebutkan, bagi masyarakat, memiliki rekening bank dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi.
Kemudahan Menerima Bantuan
Salah satu manfaat nyata program rekening gratis adalah kemudahan menerima bantuan pemerintah. Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat menerima bantuan sosial dan berbagai program pemerintah melalui transfer langsung.
Penyaluran bantuan melalui rekening juga berpotensi membuat proses distribusi lebih transparan, mengurangi antrean, serta meminimalkan risiko keterlambatan dan penyimpangan.
Bagi keluarga kurang mampu, kemudahan menerima bantuan tentu sangat berarti karena bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Rekening gratis juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyimpan uang secara lebih aman melalui layanan perbankan.
Selama ini, sebagian masyarakat kecil lebih memilih menyimpan uang tunai di rumah karena belum memiliki rekening bank atau merasa proses pembukaan rekening terlalu rumit.
Keberadaan program ini, masyarakat dapat mulai membangun kebiasaan menabung, sekalipun dengan jumlah kecil. Saldo awal Rp 50.000 dapat menjadi langkah pertama untuk mengenal pengelolaan keuangan secara lebih teratur.
Manfaat lainnya adalah kemudahan melakukan transaksi, di mana masyarakat dapat menggunakan rekening untuk menerima dan mengirim uang, melakukan pembayaran, serta bertransaksi secara digital.
Apabila terintegrasi dengan QRIS, rekening juga dapat membantu masyarakat melakukan pembayaran di warung, toko, pasar, dan berbagai tempat usaha yang menyediakan fasilitas pembayaran digital.
Hal ini dapat mengurangi ketergantungan pada uang tunai sekaligus membuat transaksi lebih praktis.
Program rekening gratis juga berpotensi memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pedagang kecil dapat menggunakan rekening untuk memisahkan uang pribadi dan uang usaha, menerima pembayaran pelanggan, serta mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Riwayat transaksi yang tercatat di perbankan juga berpotensi menjadi salah satu bahan pertimbangan ketika pelaku usaha mengajukan pembiayaan, meskipun persetujuan kredit tetap mengikuti penilaian bank.
Program ini tidak hanya menyentuh konsumen, tetapi juga dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil.
Buka Kesempatan
Bagi anak muda yang baru memasuki usia produktif, kepemilikan rekening dapat menjadi sarana awal untuk mengelola penghasilan.
Mereka dapat menerima gaji, menyimpan uang, melakukan pembayaran, dan mulai merencanakan kebutuhan masa depan.
Akses kepada layanan perbankan sejak dini juga diyakini dapat meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan. Program rekening gratis memiliki arti penting dalam upaya mengurangi kesenjangan akses keuangan.
Harus diakui, masyarakat perkotaan umumnya lebih mudah menjangkau kantor bank dan layanan digital. Sebaliknya, sebagian masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas perbankan.
Pelaksanaan program perlu didukung jaringan layanan bank, kemudahan administrasi, serta edukasi keuangan yang menjangkau masyarakat hingga pelosok.
Meski menawarkan berbagai manfaat, pemerintah dan perbankan perlu memastikan rekening yang diberikan benar-benar gratis sesuai ketentuan program.
Masyarakat harus memperoleh informasi transparan mengenai biaya administrasi bulanan, saldo minimum, biaya transfer, penarikan tunai, serta ketentuan rekening tidak aktif.
Jangan sampai masyarakat tertarik membuka rekening karena gratis, tetapi kemudian terbebani biaya yang tidak dipahami sejak awal. Perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi digital juga harus menjadi perhatian utama.
Keberhasilan program rekening gratis tidak boleh hanya diukur dari jumlah rekening yang berhasil dibuka.
Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah berapa banyak masyarakat yang benar-benar menggunakan rekening tersebut untuk menabung, menerima bantuan, melakukan transaksi, dan mengembangkan usaha.
Bagi rakyat kecil, kesempatan memiliki rekening bank menjadi pintu masuk menuju akses ekonomi yang lebih luas.
Jika dijalankan secara tepat, program ini dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi, memperkuat inklusi keuangan, dan membantu jutaan masyarakat Indonesia mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi digital.
Sebab, manfaat terbesar rekening gratis bukanlah saldo awal Rp 50.000, melainkan terbukanya kesempatan bagi rakyat untuk mengakses layanan keuangan secara lebih mudah, aman, dan terjangkau. (nov)


