Rupiah Bergerak Menguat Ditopang Surplus Neraca Perdagangan

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak menguat ditopang surplus peraca perdagangan Juli 2025 yang menunjukkan peningkatan di tengah gejolak perekonomian global.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Selasa (2/9/2025), kurs rupiah dibuka melemah 0,04% atau 7 poin menjadi Rp16.426 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi sebelumnya Rp16.419 per dolar AS.

Namun nilai tukar rupiah perlahan berbalik arah dan menguat, ditopang sentimen positif rili data ekonomi terbaru terkait surplus neraca perdagangan per Juli 2025.

Hingga pukul 11:45 WIB, nilai tuka rupiah terpantau berada di level Rp16.404 per dolar AS, menguat 15 poin dari posisi Rp16.419 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (1/9/2025).

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis rterbaru pada Senin (1/9/2025), menyampaikan neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2025 mencatat surplus sebesar US$4,17 miliar.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2025, yang sebesar US$4,10 miliar, ditopang oleh komoditas nonmigas.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran Rp 16.400 per dolar AS hingga Rp16.430 per pdolar AS.

Pergerakan rupiah akan dipengaruhi situasi politik di dalam negeri, seiring aksi demonstrasi yang masih berlanjut, namun terkendali. Selain itu, pelaku pasar cenderung menahan diri mencermati arah kebijakan bank sentral AS terkait suku bunga acuan. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bertahan di Zona Hijau Seiring Kabar Perundingan Damai AS-Iran Mulus

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Ambruk Dekati Level Rp17.200 per Dolar AS Dipicu Kabar PHK Massal

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk mendekati level...

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Jadi Rp2.868.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Indonesia Daily Brief (April 17, 2026)

TOP NEWS Reuters — Indonesia will tighten capital market rules...