BRIEF.ID – Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) kembali menggelar pameran Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 pada 6–8 Mei 2026 di Hall D dan A3 JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ajang tahunan ke-16 tersebut menjadi momentum industri kosmetik nasional memperkuat inovasi, kesiapan regulasi, hingga pengembangan produk berkelanjutan di tengah pertumbuhan pasar yang terus meningkat.
Mengusung tema “Innovating the Future of Cosmetic Ingredients: Technology, Safety, and Sustainable Excellence”, ICI 2026 difokuskan pada penguatan teknologi, keamanan produk, dan praktik keberlanjutan dalam industri kecantikan.
Ketua Umum PERKOSMI Sancoyo Antarikso mengatakan industri kosmetik saat ini bergerak menuju standar yang semakin tinggi, tidak hanya dari sisi efektivitas produk, tetapi juga keamanan dan dampak lingkungan.
“Industri kecantikan saat ini bergerak menuju standar yang lebih tinggi, di mana teknologi, keamanan, dan keberlanjutan menjadi faktor utama dalam pengembangan produk,” tuturnya, Rabu (6/5).
Menurut Sancoyo, pelaku industri tidak cukup hanya mengikuti tren pasar, tetapi juga dituntut menjadi motor inovasi melalui pemanfaatan teknologi terbaru dan penguatan praktik bisnis berkelanjutan.
“Melalui ICI 2026, kami mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memimpin inovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini, memastikan keamanan produk, serta mengedepankan praktik yang berkelanjutan,” katanya.
Dia mengakui industri kosmetik nasional dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan agresif. Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga riset, termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia 2026 diperkirakan menembus lebih dari US$10 miliar dengan rata-rata pertumbuhan di atas 5,5% dalam lima tahun terakhir.
“Pertumbuhan ini juga bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pelaku usaha di sektor kosmetik,” ujarnya.
Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat saat ini terdapat 1.684 industri kosmetik di Indonesia, dengan sekitar 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).
Kondisi tersebut menurut Sancoyo telah menunjukkan industri kosmetik domestik semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus dapat memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
“Produk kecantikan kini tidak hanya dituntut efektif, tetapi juga aman, transparan, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
Faktor itu kata Sancoyo menjadi pendorong transformasi industri kosmetik menuju pengembangan berbasis inovasi dan teknologi.
ICI 2026 juga digelar di tengah semakin dekatnya implementasi wajib sertifikasi halal produk kosmetik yang mulai berlaku pada Oktober 2026. Kondisi ini membuat kesiapan industri menjadi salah satu fokus utama dalam pameran tersebut.
PERKOSMI menilai penguatan pemahaman terkait keamanan bahan baku, proses produksi, dan regulasi menjadi krusial agar pelaku usaha dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebijakan.
Dalam penyelenggaraannya, ICI 2026 menghadirkan 98 perusahaan nasional dan internasional melalui total 564 stan pameran. Agenda tersebut juga dilengkapi seminar serta diskusi industri terkait inovasi bahan baku, perkembangan teknologi, keamanan produk, dan tren pasar global.
Dari sisi regulator, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai tema yang diangkat pada ICI 2026 sejalan dengan arah perkembangan industri kosmetik dunia.
“Tema ICI 2026 sangat relevan dengan arah perkembangan industri kosmetik global saat ini. Tema ini menegaskan pentingnya tiga pilar utama yaitu inovasi teknologi, jaminan keamanan, serta keberlanjutan dalam pengembangan bahan baku kosmetik,” ujarnya dalam sambutan video.
Menurut Taruna, industri kosmetik saat ini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks karena konsumen tidak hanya mencari produk menarik, tetapi juga aman dan diproduksi dengan memperhatikan aspek lingkungan.
“Pengembangan bahan baku yang berbasis riset inovatif dan memenuhi standar keamanan menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan industri berbasis inovasi, ICI 2026 juga menghadirkan sejumlah program seperti Innovation Zone yang menampilkan inovasi bahan baku terbaru serta Formulation Lab yang memberikan pengalaman formulasi produk secara langsung.
PERKOSMI menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung hadir dalam pameran tersebut, mulai dari pelaku industri, akademisi, regulator, hingga mitra global.
Sancoyo mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk mempercepat transformasi industri kosmetik nasional.
“ICI 2026 diharapkan dapat mendorong terciptanya produk kosmetik yang lebih aman, berkualitas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” tutupnya. (AYB)


