Rayakan HUT ke-499, Jakarta Menjadi Miniatur Indonesia  

BRIEF.ID – Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik mengapresiasi berbagai capaian Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas ekonomi dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya, Jakarta menjadi miniatur Indonesia yang sesungguhnya.

Hal itu disampaikan Akmal saat menghadiri rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2026). Ia  mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas lain.

Akmal menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan panjang Jakarta yang kini mendekati usia lima abad. Jakarta telah bertransformasi dari sebuah pelabuhan penting menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, budaya, sekaligus simpul konektivitas nasional yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Indonesia.

“Selaku pemerintah pusat, Kemendagri mengucapkan selamat atas pencapaian umur Kota Jakarta yang hampir mendekati lima abad ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemprov DKI dan seluruh warga yang terus berkontribusi bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberhasilan Jakarta sebagai kota global tercermin dari kemampuannya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan DKI pada akhir 2025 tercatat sebesar 2,63% dan berada pada rentang sasaran pengendalian inflasi nasional.

Akmal menerangkan, berbagai forum kerukunan umat beragama, kolaborasi lintas komunitas, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan telah menjadi fondasi penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat.

“Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh di tengah keberagaman merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah,” katanya.

Di sisi lain, Akmal mengingatkan, Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Salah satu yang perlu mendapat perhatian serius adalah ketahanan pangan.

Sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang besar, kebutuhan pangan Jakarta terus meningkat, sementara ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas akibat pesatnya perkembangan kawasan perkotaan.

Kemendagri, lanjutnya, mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov DKI untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan.

Urban farming bukan sekadar aktivitas bercocok tanam di lingkungan kota, tetapi merupakan gerakan sosial yang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan,” tuturnya.

Ia berharap, Jakarta tidak hanya berkembang sebagai kota yang maju secara ekonomi, tetapi juga menjadi kota yang harmonis, tangguh, dan mampu memberikan kualitas hidup yang semakin baik bagi seluruh warganya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rosan Pastikan Kawasan GBK Bakal Jadi Ikon Baru Indonesia

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan...

Lockheed Martin Terima Modifikasii Kontrak US$ 83,2 Juta

BRIEF.ID – Lockheed Martin Corp menerima modifikasi kontrak senilai...

Kentang Goreng US$ 75 dan Bir US$ 20, Inilah Harga Makanan dan Minuman di Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Harga tiket untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia...

Harga Saham Ditutup Berfluktuasi di Bursa Wall Street

BRIEF.ID – Harga saham pada  perdagangan di Bursa Wall...