BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta yang dirawat di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026), sekitar pukul 08.35 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, presiden didampingi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, serta pejabat daerah setempat.
Setibanya di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo langsung memasuki ruang perawatan dan menemui para korban yang dirawat. Momen Presiden menjenguk korban yang saat ini dirawat di RSUD Bekasi berlangsung tertutup.
Seperti diketahui, peristiwa kecelakaan KRL Jabodetabek dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), telah menyebabkan sekitar 84 orang mengalami luka-luka dan dirawat, serta 14 orang meninggal dunia.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan jumlah korban meninggal bertambah dari 7 orang menjadi 14 orang.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sedangkan 84 korban luka-luka mendapat perawatan medis di beberapa rumah sakit, termasuk di RSUD Bekasi.
Bobby menjelaskan proses evakuasi para korban berlangsung cukup lama, mencapai sekitar 8 jam, karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan korban yang masih terjebak. Evakuasi melibatkan koordinasi intensif dengan Basarnas.
Dia menyampaikan permohonan maaf dan rasa prihatin ban atas insiden kecelakaan kereta, yang telah menimbulkan korban jiwa, dan juga mengganggu layanan KAI, baik untuk KRL Jabodetabek maupun KA jarak jauh.
Bobby mengungkapkan, KAI berkomitmen menanggung biaya perawatan para korban, yang terluka dalam insiden tersebut, serta biaya pemakaman korban meninggal dunia.
KAI juga telah membuka posko informasi di sekitar lokasi kejadian untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi, atau melalui Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan. (jea)


