BRIEF.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung keberadaan “deep state” hingga dugaan keterlibatan aparat dalam praktik tambang ilegal saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku prihatin terhadap praktik kebocoran ekonomi, korupsi, serta lemahnya pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.
Prabowo pun mempertanyakan bagaimana praktik tambang ilegal bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas.
“Bagaimana bisa ada orang yang tambang di hutan lindung bertahun-tahun dan tidak ada yang berani untuk menegakkan hukum?,” tuturnya.
Presiden kemudian menyinggung adanya pihak-pihak yang disebut memberikan perlindungan terhadap praktik ilegal tersebut. Menurutnya, para pelaku kerap memiliki “beking” dari oknum aparat.
“Biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Nah bekingnya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau ya coklat,” katanya
Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri harus tetap menjadi institusi yang berpihak kepada rakyat, bukan melindungi pihak yang melakukan pelanggaran hukum.
Sebagai mantan prajurit, Prabowo juga turut mengingatkan agar seluruh aparat tidak mencemarkan nama institusi. “Jangan mencemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri adalah tentara dan polisi milik rakyat,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung keberadaan “deep state” di birokrasi pemerintahan. Prabowo menggambarkan kelompok tersebut sebagai pihak-pihak yang merasa kebal karena tetap berada dalam sistem meski pergantian pemimpin politik terus terjadi. “Yang namanya deep state itu merasa dia kebal karena pemimpin politik gonta-ganti,” tuturnya.
Presiden juga mengaku pemerintah akan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik korupsi, tambang ilegal, hingga penyembunyian aset.
Prabowo menyebut pemerintah kini memiliki kemampuan pemantauan melalui satelit dan teknologi radar. “Kita bisa foto tiap pohon. Jadi kau mau nipu bagaimanapun kita akan ketemu penipuan kau,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta masyarakat ikut mengawasi aparat yang melakukan pelanggaran.
Prabowo pun meminta warga merekam dan melaporkan tindakan aparat yang dinilai menyimpang. “Kalau ada kelakuan aparat yang enggak beres, saya minta rakyat video, langsung video,” tegasnya. (AYB)


