Prabowo Pangkas BUMN Tak Produktif, 750 Ditargetkan Tutup hingga Akhir 2026

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jajaran direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo menegaskan, BUMN bukanlah milik direksi maupun komisaris, melainkan aset rakyat Indonesia yang harus dikelola secara produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Prabowo mengatakan pemerintah tengah melakukan perombakan besar-besaran terhadap seluruh struktur BUMN setelah menemukan jumlah perusahaan negara beserta anak dan cucu usahanya mencapai 1.074 entitas.

Menurut dia, jumlah tersebut terlalu besar dan membuat struktur organisasi BUMN menjadi gemuk, dengan terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris yang tidak semuanya menghasilkan kinerja produktif.

“BUMN bukan milik direksi. BUMN bukan milik komisaris. BUMN adalah milik rakyat Indonesia,” tutur Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2026 di Gedung DPR Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak produktif. Tidak hanya itu, dia menegaskan pemerintah juga menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 750 BUMN yang ditutup sampai akhir 2026.

Dengan langkah restrukturisasi tersebut, pemerintah menargetkan nantinya hanya tersisa 279 BUMN yang dinilai produktif dan menguntungkan.

Prabowo mengatakan bahwa perampingan tidak hanya dilakukan terhadap jumlah perusahaan, tetapi juga struktur kepengurusan. Maka dari itu, Pemerintah akan mengurangi jumlah direksi, komisaris, sekaligus menekan biaya kantor.

Prabowo mengklaim langkah tersebut mampu menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun setiap tahun. “Rp50 triliun setiap tahun tidak lagi habis di BUMN untuk membiayai struktur organisasi yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, industri, pelayanan, dan manfaat bagi rakyat,” kata Prabowo.

Selain efisiensi, Prabowo juga menyoroti persoalan transparansi kinerja keuangan BUMN. Prabowo mengaku tidak ingin lagi menerima laporan dengan angka-angka yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Prabowo bahkan menyebut pemerintah telah mengoreksi laporan keuntungan BUMN pada 2024 setelah menemukan adanya permainan angka. Keuntungan BUMN pada 2024, kata dia, dikoreksi turun Rp112 triliun sehingga menjadi Rp183 triliun.

“Saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau ada permainan angka. Jangan saya dilaporkan angka-angka yang tidak benar,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, setelah dilakukan pembenahan, keuntungan BUMN pada 2025 mencapai Rp330 triliun. Angka tersebut disebut meningkat 80,3 persen dibandingkan 2024 dan diklaim merupakan keuntungan tanpa permainan angka.

Kinerja tersebut turut berdampak terhadap penerimaan negara melalui dividen. Dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun, sedangkan target dividen pada 2026 dipatok sebesar Rp200 triliun.

Namun, Prabowo mengingatkan bahwa kinerja dividen tidak bisa dilihat secara terpisah dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada BUMN. Prabowo menyebut dividen BUMN setelah dikurangi PMN mencapai Rp53 triliun pada 2024. Angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025, atau naik sekitar 160 persen.

Prabowo menegaskan, pembenahan BUMN bukan semata-mata untuk memperkecil jumlah perusahaan negara. Efisiensi itu juga diarahkan agar dana dan keuntungan BUMN dapat digunakan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek tambahan pada 29 April 2026.

Sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pengembangan smelter alumina menjadi aluminium.

Prabowo menyebut proyek-proyek tersebut berpotensi menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru. Pemerintah juga mulai mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari agenda industrialisasi.

Presiden juga memaparkan sejumlah hasil pembenahan BUMN. Salah satunya Garuda Indonesia, yang menurut dia mulai menunjukkan harapan untuk kembali mencatatkan keuntungan berkelanjutan.

Sebanyak 27 pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya grounded disebut telah kembali diterbangkan. “Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan,” kata Prabowo.

Presiden juga menyinggung PT Timah sebagai contoh lain dari upaya pemerintah dalam menjaga aset dan kekayaan alam nasional. Menurut Prabowo, pemerintah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025. Setelah penertiban tersebut, keuntungan PT Timah pada semester I 2026 disebut melonjak 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Prabowo juga menyebut valuasi PT Timah meningkat 280 persen pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025. Presiden menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari mandat konstitusi untuk memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat bagi rakyat.

“Kita juga telah melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Arah kebijakan tersebut memperlihatkan pesan yang semakin tegas kepada jajaran pengurus BUMN. Pemerintah tidak lagi menginginkan perusahaan negara dengan struktur besar tetapi minim produktivitas.

Prabowo menempatkan efisiensi organisasi, transparansi laporan keuangan, profitabilitas, serta kontribusi terhadap industrialisasi sebagai ukuran utama keberhasilan BUMN.

Keuntungan BUMN, kata dia, juga akan digunakan untuk mempercepat strategi downstreaming sekaligus upstreaming. Melalui Danantara, pemerintah berupaya mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik dunia untuk mendapatkan teknologi, manajemen, dan akses pasar.

Prabowo mencontohkan langkah investasi strategis yang diumumkan Danantara pada pekan sebelumnya, ketika Indonesia disebut ikut menjadi pemilik perusahaan protein terbesar dan paling menguntungkan di dunia.

Menurut dia, investasi semacam itu bukan sekadar mengejar kepemilikan aset di luar negeri, tetapi diarahkan untuk membuka akses pasar baru bagi pelaku ekonomi domestik.

“Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, dapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia,” ujar Prabowo. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tahun 2026, Dividen BUMN Diproyeksikan Tembus Rp 200 Triliun

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dividen Badan Usaha...

IHSG Berbalik Menguat, Investor Respons Positif Pidato Kenegaraan Prabowo

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Akhir Tahun 2026, Pemerintah Targetkan Hanya Mengoperasikan 300 BUMN  

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Badan Usaha...

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 108 Juta Orang, Prabowo: Negara Harus Cegah Rakyat Sakit Berat

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran negara...