BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah besar pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan dasar hingga ke pelosok Indonesia. Mulai 2027, pemerintah akan merenovasi 10.000 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Prabowo menyampaikan kebijakan tersebut saat berpidato di hadapan pimpinan dan anggota DPR. Prabowo menilai Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat yang selama ini belum mendapat perhatian memadai.
“Pertama, kita akan memperbaiki seluruh Puskesmas di Indonesia. Ternyata Puskesmas kita sudah puluhan tahun tidak diperbaiki. Puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa,” tutur Prabowo di Gedung DPR Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Prabowo, pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk setiap Puskesmas. Namun, daerah yang berada di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal akan mendapatkan dukungan lebih besar.
Program tersebut ditargetkan mencakup 10.000 Puskesmas di 7.280 kecamatan dan harus rampung paling lambat pada 2030. “Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” katanya.
Tak hanya membenahi fasilitas kesehatan, pemerintah juga menyiapkan terobosan untuk mengatasi persoalan geografis yang selama ini membuat masyarakat di daerah sulit mendapatkan pertolongan medis.
Prabowo mengatakan pemerintah akan memperkuat layanan ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil. Pesawat tersebut, kata dia, diharapkan mampu menjangkau lokasi yang tidak memiliki landasan konvensional.
“Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” ujarnya.
Prabowo menyoroti masih banyak kasus ibu meninggal dunia saat melahirkan akibat perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang memakan waktu berjam-jam.
“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan,” tutur Prabowo.
Maka dari itu, pemerintah tengah mencari skema layanan kesehatan yang lebih adaptif, termasuk ambulans udara dan tim dokter terbang. “Kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” katanya.
Selain Puskesmas, pemerintah menurut Prabowo juga bakal merenovasi dan membangun kembali 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang berada di 514 kabupaten dan kota.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem kesehatan dari tingkat paling dasar hingga fasilitas rujukan.
Pada tahap berikutnya, Prabowo juga akan mengungkap rencana yang lebih besar, yakni membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan kemampuan pelayanan yang lebih baik sehingga masyarakat tidak harus pergi ke kota besar untuk mendapatkan pengobatan.
“Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin,” ujarnya.
Prabowo juga mengatakan pemerintah sebelumnya telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit telah beroperasi.
Fasilitas kesehatan di wilayah tersebut juga mulai dilengkapi peralatan seperti CT scan, pemeriksaan jantung, mamografi, dan USG. Ke depan, RSUD akan diperkuat terutama untuk menangani penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi, termasuk kanker, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Pelayanan kesehatan ibu dan anak juga menjadi prioritas.
Prabowo menegaskan pembangunan infrastruktur kesehatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi ditujukan untuk memangkas kesenjangan akses layanan kesehatan.
“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar,” tuturnya. (ayb)


