BRIEF.ID – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberlakukan sistem satu pintu dengan pola buka-tutup di Terminal Ajyad, Makkah, bagi jemaah haji Indonesia yang kembali dari Masjidil Haram menuju hotel.
Kebijakan itu diterapkan untuk menjaga keselamatan dan menghindari kepadatan saat jemaah akan menaiki bus Shalawat, terutama selepas salat fardhu seperti Isya, Subuh, dan Jumat.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan sistem satu pintu diberlakukan berdasarkan pengalaman pelaksanaan haji, pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun-tahun sebelumnya memang belum ada pagar yang membatasi antara koridor jemaah dan bus sehingga jemaah itu bisa langsung naik bus, tetapi kemudian menjadi tidak beraturan dan membahayakan jemaah,” ujar Syarif dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Senin (11/5/2026).
Syarif menjelaskan, pada musim haji sebelumnya sempat terjadi insiden jemaah terjatuh hingga tertabrak bus akibat kondisi antrean yang tidak tertib.
Tahun ini, lanjutnya, Terminal Ajyad telah dilengkapi koridor khusus pejalan kaki untuk jemaah. Selain itu, tersedia pintu masuk khusus menuju area terminal bus selawat guna mengatur arus jemaah secara lebih aman.
Syarif menyebut bahwa bus selawat juga diatur berdasarkan nomor rute masing-masing. Setelah seluruh kursi bus terisi, kendaraan langsung diberangkatkan dan pintu terminal sementara ditutup hingga bus berikutnya datang.
“Jadi bus itu kita tata sedemikian rupa sesuai urutan nomor rute. Baru jemaah disuruh naik. Ketika bus sudah penuh dan diberangkatkan, pintu ditutup supaya jemaah menunggu sebentar sampai bus kosong datang dan ditata lagi,” ujarnya.
Ia mengakui masih ada sebagian jemaah yang belum memahami mekanisme tersebut sehingga menganggap seolah pintu terminal sengaja ditutup untuk menahan jemaah.
PPIH meminta ketua regu, ketua rombongan, dan ketua kloter ikut memberikan pemahaman kepada jemaah agar tetap tertib dan sabar saat antre menuju bus Shalawat. (nov)


