Posisi Kewajiban Neto Posisi Investasi Indonesia Triwulan II-2025 Sebesar US$ 244 Miliar

BRIEF.ID – Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada Triwulan II- 2025 mencatat kewajiban neto yang meningkat. Pada akhir Triwulan II- 2025, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar US$ 244,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir Triwulan I- 2025 sebesar US$ 226,3 miliar.

Peningkatan kewajiban neto  bersumber dari kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

“Posisi AFLN Indonesia meningkat dipengaruhi peningkatan investasi penduduk pada berbagai instrumen finansial luar negeri. Pada akhir Triwulan II – 2025, posiis AFLN tercatat sebesar US$ 536,8 miliar, naik 0,7% (quarter-to-quarter/qtq) dari US$ 533,3 miliar  pada akhir Triwulan I- 2025,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ramdan mengatakan, sebagian besar komponen AFLN mencatat peningkatan posisi, dengan peningkatan terbesar pada aset investasi langsung dan investasi lainnya. Peningkatan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh kenaikan harga aset  dan pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara penempatan aset.

Posisi KFLN Indonesia, lanjutnya, meningkat terutama karena peningkatan aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi lainnya. Posisi KFLN pada akhir Triwulan II – 2025 tercatat sebesar US$ 781,1 miliar, naik 2,8% (qtq) dari US$ 759,6 miliar  pada akhir Triwulan I – 2025.

Peningkatan posisi investasi langsung didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Kenaikan posisi investasi lainnya dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri sektor swasta. Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah, serta kenaikan harga saham di Indonesia.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada Triwulan II – 2025 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tercermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada Triwulan II – 2025 yang tetap terjaga sebesar 17,2%.

Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (92,2%) terutama dalam bentuk investasi langsung.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal, “ kata Ramdan.

Selain itu, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian. (Nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Uji level 7.200, Saham BBNI aktif diburu Investor hingga Melesat 2,61%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat Terbatas Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terbatas pada...

KULT KREO 2026 Dorong Talenta Muda Manfaatkan Hak Cipta

BRIEF.ID – Gelaran KULT KREO 2026 akan menyemarakkan perhelatan...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.840.000 per Gram, Sinyal Perdamaian AS-Iran Makin Kuat

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...