Polri Didesak Fokus Tangani TPPO Sektor Maritim

BRIEF.ID – Komisi III DPR RI menyoroti adanya celah besar dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan Polri selama ini.  Polri dinilai masih terlalu fokus pada penanganan kasus di wilayah daratan (continental base), sehingga luput mendeteksi praktik perbudakan modern dan eksploitasi manusia yang terjadi di wilayah perairan atau sektor maritim.

Komisi III DPR RI mendesak Polri  segera membenahi strategi penanganan TPPO dengan memasukkan indikator berbasis kelautan untuk memastikan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban perbudakan di laut sendiri maupun diselundupkan ke luar negeri melalui jalur maritim.

Demikian diungkapkan  Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Chriesty Barends  dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia mengungkapkan, data memprihatinkan terkait nasib Anak Buah Kapal (ABK) di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 yang mencakup wilayah Laut Arafura, Laut Aru, dan Laut Timor bagian Timur.

“Laporan dari Bapak Kapolri sangat berbasis continental base, padahal TPPO maritim amat sangat banyak,” ujar dia.

Legislator Dapil Maluku itu mengungkapkan  fakta lapangan di WPP 718, di mana terdapat lebih dari 3.200 unit kapal ikan yang beroperasi. Besarnya jumlah armada ini berbanding lurus dengan tingginya risiko eksploitasi terhadap ABK yang bekerja di tengah laut dan minim pengawasan.

“Bulan-bulan kemarin, saya memulangkan ABK yang dilempar dari atas kapal berbendera asing maupun Indonesia di perairan Laut Arafura. Mereka dibuang seenaknya, banyak yang meninggal dan banyak yang sakit,” jelas Mercy.

Selain eksploitasi pekerja, ia juga menyoroti kerawanan penyelundupan manusia melalui jalur tikus di pulau-pulau terluar. Salah satu contoh yang disampaikan berupa kasus lolosnya 9 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang masuk melalui perairan Tanimbar untuk diselundupkan ke Australia pada tahun lalu.

“Kalau WNA saja bisa diselundupkan, artinya ada administrasi yang bisa jalan sampai bisa diselundupkan. Apalagi kita yang WNI,” ujarnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Minta Investigasi Menyeluruh Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta investigasi menyeluruh terkait...

IHSG Terhempas ke Zona Merah, Saham TLKM dan ASII Jadi Pemberat 

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Masih Betah di Level Rp17.200 per Dolar AS Tertekan Capital Outflow

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih betah di...

Prabowo Instruksikan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta, Fokus Tekan Risiko Kecelakaan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk...