Survei SMRC: 61,6 Persen Publik Tidak Puas terhadap Pelaksanaan Program MBG

BRIEF.ID – Mayoritas masyarakat Indonesia mengaku belum puas atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program andalan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan ada sebanyak 61,6 persen publik menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap implementasi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Temuan itu disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam paparan hasil survei bertajuk “Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP” yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dan dipublikasikan melalui kanal YouTube SMRC TV pada hari ini Selasa (28/7/2026).

“Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sementara yang merasa sangat atau cukup puas hanya 33,8 persen,” tuturnya.

Survei SMRC menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis telah dikenal hampir seluruh masyarakat Indonesia. Ada sebanyak 95,4 persen responden mengaku mengetahui program tersebut, sedangkan hanya 4,6 persen yang belum mengetahuinya.

Meski demikian, survei mengungkapkan tingginya tingkat pengenalan program belum diikuti dengan tingkat kepuasan masyarakat.

Dari responden yang mengetahui MBG itu, hanya 6,2 persen yang menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaannya, sementara 27,6 persen mengaku cukup puas.

Sebaliknya, ada 31 persen responden yang menyatakan kurang puas dan 30,6 persen mengaku tidak puas sama sekali. Adapun 4,6 persen responden lain tidak memberikan jawaban.

Deni juga membeberkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis mengalami tren penurunan dalam sembilan bulan terakhir.

Pada November 2025, tingkat kepuasan publik terhadap program tersebut masih mencapai 62,5 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 53,1 persen pada survei Februari-Maret 2026 dan kembali merosot menjadi 33,8 persen pada Juli 2026.

Di sisi lain, persentase masyarakat yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terus meningkat. Dari 33,9 persen pada November 2025, naik menjadi 44,6 persen pada Februari-Maret 2026, hingga mencapai 61,6 persen pada Juli 2026.

Menurut Deni Irvani, meningkatnya penilaian negatif masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu faktor yang menjelaskan turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Survei SMRC dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih di seluruh Indonesia.

Sebanyak 83,8 persen responden sudah diwawancarai melalui telepon, sedangkan 16,2 persen lainnya diwawancarai secara tatap muka untuk mengakomodasi responden yang tidak memiliki akses telepon seluler.

Survei menggunakan metode pengambilan sampel secara acak dengan margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

ASEAN dan China Perkuat Kerja Sama AI, Usulkan 2027 jadi Tahun Kolaborasi

BRIEF.ID – ASEAN dan China sepakat memperkuat kerja sama...

Survei Ungkap Masyarakat Pesimis Koperasi Desa Merah Putih Bisa Berkembang

BRIEF.ID - Mayoritas masyarakat Indonesia belum optimistis terhadap masa...

Kejaksaan Agung Siapkan Operasional 7 Kejari Baru

BRIEF.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyiapkan langkah operasional...

IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Wait and See Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...