BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM_ Inggris Andy Burnham menyatakan Presiden FIFA Gianni Infantino bukan sosok yang tepat untuk memimpin badan sepak bola dunia.
Pernyataan itu menjadi tekanan terbaru bagi Infantino setelah rencana kontroversialnya menjual sebagian hak atas keuntungan Piala Dunia kepada investor swasta dibatalkan menyusul gelombang penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola.
“Saya tidak yakin dia adalah sosok yang tepat untuk membawa sepak bola melangkah maju di panggung dunia,” kata Burnham dikutip dari Associated Press, Kamis (6/8/2026).
PM Burnham mengatakan, usulan Infantino telah melukai perasaan banyak pihak di komunitas sepak bola internasional dan tidak bisa dianggap sebagai persoalan yang telah selesai.
“Rencana yang diajukan itu menyinggung perasaan banyak orang, termasuk insan sepak bola di seluruh dunia. Kita tidak bisa begitu saja melupakannya dan beralih ke hal lain. Rencana itu tidak dapat diterima,” ujarnya.
Sebelumnya, UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino. Sikap itu dinilai membuka peluang bagi upaya untuk menantang posisinya sebagai Presiden FIFA. Di sisi lain, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga menyatakan bahwa kepemimpinan FIFA telah “berhenti memprioritaskan sepak bola.”
Infantino akhirnya membatalkan rencana penjualan hak atas keuntungan Piala Dunia melalui pembentukan anak perusahaan komersial yang akan mengelola kompetisi-kompetisi utama FIFA.
Rencana itu gagal setelah seluruh 55 anggota UEFA sepakat memboikot Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA lainnya apabila kebijakan itu tetap dijalankan. Penolakan serupa juga datang dari CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Meski rencana tersebut telah dibatalkan, UEFA menegaskan akan bekerja sama dengan konfederasi-konfederasi lain untuk menyusun langkah-langkah yang dapat mencegah munculnya kebijakan serupa di masa mendatang. (AP/nov)


