PLN Siapkan 1,2 GW untuk Ekspansi Data Center AI BDx, Sinyal Investasi Digital Makin Agresif

BRIEF.ID – PT PLN (Persero) berencana menyiapkan infrastruktur kelistrikan dengan kapasitas total mencapai 1,2 gigawatt (GW) untuk mendukung ekspansi pusat data center berbasis kecerdasan buatan (AI) milik PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) di Indonesia.

CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan bahwa upaya PLN tersebut menandai semakin besarnya kebutuhan energi sektor digital nasional, seiring meningkatnya investasi data center dan permintaan komputasi berperforma tinggi yang didorong oleh perkembangan teknologi AI.

“Melalui kerja sama strategis dengan BDx Data Centers, PLN akan menyediakan pasokan listrik untuk sejumlah fasilitas utama BDx yang berlokasi di Jawa Barat dan Jakarta,” tuturnya di Jakarta, Selasa (2/6).

Pada tahap awal, menurutnya, PLN akan menyiapkan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Tahap berikutnya, PLN akan memperkuat kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, sekaligus membangun jaringan tegangan tinggi berkapasitas 385 MVA guna mendukung pengembangan site CGK5 di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.

“Ekspansi itu menunjukkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur energi untuk menopang operasional pusat data modern yang saat ini menjadi tulang punggung transformasi digital, layanan cloud, hingga pengembangan teknologi AI,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa keandalan pasokan listrik bakal menjadi faktor utama dalam pengembangan pusat data berkapasitas besar yang melayani kebutuhan perusahaan hyperscaler dan ekosistem digital global.

Menurutnya, dukungan PLN memberikan kepastian bagi BDx untuk memperluas kapasitas data center secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto mengemukakan bahwa pertumbuhan industri data center berbasis AI akan menjadi salah satu sumber untuk permintaan listrik baru yang strategis bagi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, industri data center juga membutuhkan pasokan energi dalam kapasitas besar dengan tingkat keandalan dan stabilitas yang tinggi karena menjadi fondasi utama operasional layanan digital.

“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini,” tutur Adi.

Sebagai bagian dari proyek tersebut, PLN juga membangun Gardu Induk (GI) 150 kV Jatiluhur Baru yang akan menjadi sumber pasokan utama untuk kawasan data center BDx di Jatiluhur. Selain itu, PLN telah menyiapkan dua line bay khusus guna memastikan kontinuitas pasokan listrik bagi fasilitas tersebut.

Penyaluran daya untuk site CGK4 akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase. Pada Tahap I, kapasitas mencapai 2 x 150 MVA, kemudian meningkat menjadi 2 x 265 MVA pada Tahap II, hingga mencapai kapasitas akhir sebesar 2 x 380 MVA pada Tahap III.

Kerja sama ini menjadi salah satu sinyal kuat bahwa Indonesia semakin menarik sebagai tujuan investasi data center di kawasan Asia Tenggara. Ketersediaan pasokan listrik dalam skala besar dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung kebutuhan komputasi AI, layanan cloud, dan ekonomi digital yang terus berkembang.

PLN menilai sinergi dengan BDx bukan hanya sebatas penyediaan listrik, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional, melalui investasi teknologi tinggi yang diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. (AYB)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ditutup Menguat 1,11%, Berikut 5 Saham Top Gainers

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Ditutup Beragam Imbas Rilis Data Inflasi dan Neraca Perdagangan

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika...

Surplus Neraca Dagang Indonesia Menyusut Jadi US$90 Juta pada April 2026, Penyumbang Terbesar Masih AS

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca...

BPS: Inflasi Mei 2026 Melonjak Jadi 3,08% Dipicu Kenaikan Harga Beras hingga BBM

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inlasi Mei...