Persetujuan MSCI Diprediksi Ciptakan Sentimen Positif di Bursa

BRIEF.ID – Pada pembukaan perdagangan pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar bakal diwarnai sentiment positif menyusul  keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyetujui proposal yang disampaikan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada Minggu (22/2/2026), jajaran pimpinan BEI dan OJK menggelar pertemuan secara daring dengan pihak MSCI. Dan, MSCI telah menyetujui seluruh proposal BEI dan OJK. 

“Perkembangan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik.  Sentimen positif tambahan datang dari berita bahwa MSCI menyetujui seluruh proposal BEI dan OJK,” demikian hasil riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Senin (23/2/2026). 

Meskipun demikian diperkirakan investor tetap mencermati implikasi dari kewajiban 267 emiten yang harus menaikkan free float dari 7.5% menjadi 15%.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran  8.250-8.380 pada pekan ini.  IHSG  berpeluang menguji level 8.400 jika mampu ditutup di atas 8.350,” dikutip dari riset.

Disebutkan, saham-saham yang diunggulkan pada perdagangan di BEI, Senin (23/2/2026) di antaranya,  MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR.

Sementara itu, indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (20/2/2026), sehingga secara mingguan membukukan kenaikan.

Keputusan MA membatalkan tarif resiprokal Presiden Donald Trump disambut positif  investor karena ekspektasi adanya keringanan terhadap perusahaan yang selama ini terbebani biaya tarif, sekaligus meredakan kekhawatiran akan inflasi AS. Meski belum jelas apakah akan ada pengembalian dana atas tarif yang sudah dibayarkan.

Trump membalas dengan mengumumkan tarif global baru sebesar 10% melalui perintah eksekutif dan kemudian menyatakan akan menaikkan menjadi 15%.

Sementara itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) AS melambat menjadi 1,4% di Kuartal IV-2025 dari 4,4% pada Kuartal III-2025, serta yang paling rendah sejak Kuartal I-2025, akibat adanya government shutdown. Sedangkan indeks PCE prices naik menjadi 2,9% year-on-year (YoY) pada Desember 2025 dari 2,8% pada November 2025.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati langkah pemerintah Indonesia menyusul pembatalan tarif resiprokal, mengingat Indonesia telah menandatangani  Agreement on Reciprocal  Trade (ART) dengan AS.

Namun perjanjian itu belum berlaku efektif karena masih memerlukan proses ratifikasi di kedua negara. Selama UU ratifikasi belum disetujui DPR, Indonesia secara hukum belum terikat dengan perjanjian tersebut. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah NDF Menguat Tipis, Bertahan di Level Rp17.500 per Dolar AS

BRIEF.ID - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF)...

Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Pertemuan Trump – Xi, Uni Eropa Jadi Serba Salah?  

BRIEF.ID – Pertemuan puncak yang sangat dinantikan antara Presiden...

Makna di Balik Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping

BRIEF.ID – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...