BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan tren pelemahan, pada perdagangan akhir pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dikutip dari riset Phintraco Sekuritas, Jumat (24/4/2026), IHSG diprediksi bergerak pada resistance 7.500, pivot 7.400, dan support 7.300. Adapun saham-saham yang diunggulkan adalah BBTN, ELSA, INDY, TSPC, dan MYOR.
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308 serta menguji level 7.300,” demikian riset Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 7.378,61 atau turun 2,16% pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Secara teknikal, IHSG telah breakdown support 7.500 dan didukung volume. Histogram positif MACD makin menyempit dan berpotensi membentuk Death Cross. Stochastic RSI mengarah turun di area pivot.
Sentimen negatif, antara lain berasal dari pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17,300 per Dolar AS dan ditutup pada level Rp 17.286 per Dolar AS di pasar spot. Ini menjadi level penutupan terburuk bagi Rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia.
Pelemahan nilai tukar Rupiah yang relatif cepat ini di luar estimasi pasar sebelumnya. Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja.
Data uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,7% YoY menjadi Rp10,355 triliun pada Maret 2026, berakselerasi dari pertumbuhan sebesar 8.7% YoY di Februari 2026.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan uang beredar M1 sebesar 14.4% YoY dan uang kuasi sebesar 5.2% YoY. Perkembangan M2 ini juga dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan penyaluran kredit. Hal ini diperkirakan seiring dengan adanya Hari Raya Idul Fitri di Maret 2026 sehingga jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi dan konsumsi. (nov)


