Pemerintah Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Turbo Jadi Rp19.400 per Liter

BRIEF.ID – Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebagai penyesuaian seiring konflik Timur Tengah yang telah memicu lonjakan harga minyak dunia.

Dalam pengumuman resmi, Pertamina menyampaikan menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 18 April 2026.

Harga terbaru BBM nonsubsidi tersebut, berlaku di wilayah DKI Jakarta, dan sejumlah provinsi lainnya, dengan kenaikan antara 32% hingga 39%. Berikut rincian harga BBM nonsubsidi terbaru:

– Pertamax Turbo naik 32,47% menjadi Rp19.400 per liter dari harga pada 1 April 2026 yang ditetapkan Rp13.100 per liter.
– Dextlite naik 39,83% menjadi Rp23.600 per liter dari harga pada 1 April 2026 yang ditetapkan Rp14.200 per liter.
– Pertamina Dex naik 39,33% menjadi Rp23.900 per liter dari harga pada 1 April 2026 yang ditetapkan Rp14.500 per liter.

Pertamina menyebut penyesuaian harga BBM umum itu dilakukan sesuai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Formula harga BBM nonsubsidi terbaru selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai Perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Hal itu, terkait dengan konflik Timur Tengah, yang masih berlangsung, dan menimbulkan lonjakan harga minyak dunia melampaui asumsi APBN 2026, sehingga menambah beban subsidi energi.

Pada Minggu (19/4/2026), Pemerintah Iran mengumumkan kembali menutup Selat Hormuz, sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon, yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Hal itu, juga dilakukan Pemerintah Iran terkait tindakan Angkatan Laut AS, yang telah membatasi pergerakan kapal menuju dan keluar Iran. Angkatan Laut AS dilaporkan telah menahan kapal kargo berbendera Iran.

Konflik Timur Tengah kembali berkecamuk ketika delegasi AS dan Iran diagendakan akan melanjutkan perundingan damai, di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (21/4/2026).

Hal itu memicu keraguan berbagai kalangan mengenai ketidakpastian perundingan damai, sehingga harga minyak dan dolar AS kembali melonjak dan menekan pasar keuangan global. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah NDF Menguat Tipis, Bertahan di Level Rp17.500 per Dolar AS

BRIEF.ID - Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF)...

Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Pertemuan Trump – Xi, Uni Eropa Jadi Serba Salah?  

BRIEF.ID – Pertemuan puncak yang sangat dinantikan antara Presiden...

Makna di Balik Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping

BRIEF.ID – Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...