BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terperosok ke zona merah seiring keraguan pelaku pasar terhadap perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,39% atau 29,40 poin ke level 7.663. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,24% atau 1,83 poin ke posisi 760,70.
Sepanjang sesi I perdagangan saham, IHSG terpantau bergerak mixed, hingga berakhir terpuruk di zona merah, yakni melemah 0,16% atau 12,42 poin di level 7.621.
Selama 3 jam perdagangan saham berlangsung dan berakhir di pukul 12:00 waktu JATS, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.692, dan level terendah di 7.617.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 365 saham turun harga, 289 saham naik harga, dan 162 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,497 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.519.117 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp9,379 triliun.
Tekanan terhadap IHSG dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap hasil perundingan damai AS-Iran, seiring konflik Timur Tengah, yang kembali berkecamuk.
Iran memutuskan kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu (19/2/2026), sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon, yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sementara Angkatan Laut AS dilaporkan telah menembak dan menangkap kapal kargo berbendera Iran, yang melintasi Selat Hormuz, sehingga kapal-kapal menjauhi jalur pelayanan minyak utama minyak dunia tersebut.
Konflik Timur Tengah yang berkecamuk mendekati agenda perundingan damai AS-Iran lanjutan, yang akan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (21/4/2026), memicu kekhawatiran berbagai kalangan.
Padahal, Presiden AS Donald Trump, telah mengirim utusan khusus, Steve Witkoff, untuk melakukan perundingan damai dengan Iran, di Pakistan.
Kabar tersebut, memicu investor asing kembali melakukan aksi jual terhadap saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar di BEI. Saham-saham sektor konstruksi dan konsumsi mengalami tekanan jual cukup besar.
Saham sektor konstruksi yang mengalami tekanan jual antara lain PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), terpantau turun sebesar 2,42% atau Rp60 menjadi Rp2.420 per lembar.
Sementara di sektor konsumer, saham-saham unggulan, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan di atas 1%.
Saham INDF terpantau turun sebesar 1,08% atau Rp75 menjadi Rp6.900 per lembar, GGRM terpangkas 1,54% atau Rp225 menjadi Rp14.350 per lembar, dan UNVR terkikis 1,61% atau Rp30 menjadi Rp1.835 per saham.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 7.600 hingga level resistance 7.700. (jea)


