Browsing Tag

Pertamina

News

Resmikan Implementasi B30 Hari Ini, Presiden Yakin Bisa Hemat Devisa Rp63 Triliun

December 23, 2019

Presiden Joko Widodo secara resmi memulai implementasi penerapan program biodiesel 30 persen atau B30. Acara peresmian dilangsungkan di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 Desember 2019.

Jokowi menyebut bahwa dirinya memantau program implementasi B30 secara terus menerus dari hari ke hari. Ia pun menilai bahwa program pencampuran biodiesel dengan bahan bakar nabati ini tidak cukup berhenti di B30 saja.

“Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30, tapi saya sudah perintah lagi kepada Menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke B50,” kata Jokowi.

Implementasi program B30 sejatinya dimulai awal tahun 2020, namun dipercepat menjadi akhir tahun 2019. Kepala Negara menjelaskan tiga alasan pemerintah terus melakukan percepatan implementasi program biodiesel ini.

Pertama, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan. Menurutnya, Indonesia harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang suatu saat pasti akan habis.

“Pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen kita untuk menjaga planet bumi, menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon, dan untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Ini energi bersih,” ungkapnya.

Kedua, ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM), termasuk solar di dalamnya, cukup tinggi. Sementara di sisi lain, Indonesia juga merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia.

“Dengan potensi sawit sebesar itu, kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar. Potensi itu harus kita manfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional kita,” jelasnya.

Presiden menegaskan bahwa usaha-usaha untuk mengurangi impor, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius. Melalui penerapan program B30, Presiden yakin pemerintah bisa menghemat banyak devisa negara.

“Kalkulasinya juga kita konsisten menerapkan B30 ini yang akan dihemat devisa kurang lebih Rp63 triliun. Jumlah yang sangat besar sekali,” ungkapnya.

Ketiga, penerapan B30 juga akan menciptakan permintaan domestik akan minyak sawit mentah (CPO) yang sangat besar. Menurut Presiden, implementasi B30 juga akan menimbulkan efek berganda terhadap 16,5 juta petani dan pekebun kelapa sawit.

“Ini artinya program B30 akan berdampak pada para pekebun kecil maupun menengah, petani rakyat yang selama ini memproduksi sawit, serta para pekerja yang bekerja di pabrik-pabrik kelapa sawit,” paparnya.

Selain itu, dengan implementasi program biodiesel B30 hingga masuk ke B40, B50, dan B100 nantinya, Indonesia tidak akan mudah untuk ditekan oleh negara-negara lain. Seperti diketahui, ekspor CPO Indonesia kerap menghadapi tantangan berupa kampanye negatif, misalnya dari Uni Eropa.

“Terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO kita karena kita memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar,” tandasnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam siaran persnya menyatakan, Pertamina telah melakukan langkah cepat dengan melakukan uji coba penyaluran B30 sejak November 2019 di beberapa kota besar antara lain Palembang, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur hingga Sorong, Papua.

“Pertamina telah menyiapkan 28 TBBM (terminal bahan bakar minyak) sebagai titik simpul pencampuran B30, yang nantinya akan disalurkan ke seluruh SPBU millik Pertamina di seluruh Indonesia. Masyarakat bisa menikmati B30 melalui produk biosolar dan Dexlite,” ujar Nicke.

News

Pertamina Siapkan Regenerasi SDM Menuju Bisnis yang Unggul

December 5, 2019

JAKARTA, 5 Desember 2019 – Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu kunci sukses sebuah perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Mega Proyek dan Petrokimia (MP2) Ignatius Tallulembang pada acara penandatangan nota kesepahaman pengembangan pendidikan vokasi dalam rangka mendukung kebutuhkan SDM Proyek Kilang Pertamina.

“Pertamina mendapat tugas untuk membangun ketahanan dan kedaulatan energi. 270 juta jiwa manusia yang ada di Indonesia membutuhkan energi yang sangat besar dengan demikian energi yang diperlukan juga sangat besar. SDM menjadi kunci sukses membangun infrastruktur kilang kita. Dan ini adalah people regeneration,” ujarnya.

Pertamina tengah mempersiapkan SDM, sehingga regenerasi SDM untuk kilang yang terbarukan akan sesuai dengan harapan.

“Kita siapkan calon operator kilang kedepan, kita siapkan modulnya. Kemudian Pertamina juga siapkan on job training. Kita latih SDM ini untuk lebih yakin atas kesiapan mental power, kita siapkan lebih baik untuk bisnis yang lebih baik kedepannya,” tutup Ignatius Tallulembang.

News

Pertamina EP Wilayah Kalimantan Siaga Karhutla

September 25, 2019

Balikpapan – Menyikapi kondisi musim kemarau yang berkepanjangan dan terjadinya kebakaran lahan di beberapa wilayah Indonesia, PT Pertamina EP mengambil peran untuk mendukung pemerintah dalam menanggulangi dampak karhutla.

Di wilayah Kalimantan, beberapa field sudah mensiagakan sarana, prasarana, maupun tim yang akan siaga, antara lain adalah Tanjung Field Kalimantan Selatan, Bunyu Field Kalimantan Utara, Tarakan Field Kalimantan Utara, dan Sangasanga Field Kalimantan Timur. Melalui PEP Asset 5 Tanjung Field, telah dibagikan masker gratis sebanyak 3.000 masker bekerjasama dengan Rumah Sakit Pertamina Tanjung (RSPT).

Kiriman asap akibat adanya karhutla tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, tercatat indeks kualitas udara di wilayah Tabalong adalah 158, jauh diatas baku mutu 100, suhu udara 35 derajat celcius, dan kelembaban 30% dengan status unhealthy atau tidak sehat. Tidak hanya memberikan masker saja, namun PEP Tanjung juga bergabung dalam pasukan siaga bencana karhutla Kabupaten Tabalong yang bekerja sama dengan Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten Tabalong.

PEP Sangasanga Field juga turut bekerjasama dengan tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dibentuk oleh Polsek Sangasanga dan Polsek Anggana, membantu pemadaman di enam lokasi. Pada kesempatan lain, PEP Bunyu Field bersama Muspika Pulau Bunyu bertemu dan berkoordinasi dalam rangka antisipasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Pulau Bunyu. Dalam pertemuan itu, PEP Bunyu berkomitmen akan membantu dalam tindakan penanggulangan karhutla mulai dari langkah preventifnya sampaki aksi pemadaman kebakaran sendiri.

Di provinsi Kalimantan Utara, Asset 5 Tarakan Field melalui Organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat Tarakan Field (OKPD) sepanjang tahun 2019 sudah membantu pemadaman karhutla sebanyak dua puluh lima titik. Seluruh pemadaman dapat ditanggulangi melalui alat dan sarana milik Tarakan Field seperti fire truck dan fire jeep.

Asset 5 Legal & Relation Manager Anton Sumartono Raharjo mengungkapkan bahwa bantuan terhadap penanggulangan karhutla merupakan wujud kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan sekitar wilayah kerja. Anton juga menekankan pentingnya sinergi untuk menghadapi situasi darurat yang sedang dihadapi saat ini. “Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, semoga kondisi di lokasi rawan karhutla dapat segera pulih seperti sedia kala”, tutupnya.

News

Pertamina Hulu Energi Bidik Potensi Migas di Area Perbatasan

September 10, 2019

Jakarta – Pertamina Hulu Energi (PHE) berupaya optimal memburu cadangan migas baru mengingat makin meningkatnya kebutuhan minyak dan gas bumi (migas).

Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib Masdar menyebut PHE sejauh ini Indonesia masih memiliki potensi migas, salah satunya di Tarakan Basin.

Saat menjadi salah satu pembicara pada Special Session Indonesia Petroleum Association (IPA) dengan tema diskusi “Exploration Going Forward: Indonesia’s Prospective Basin”, Abdul Mutalib menyampaikan potensi Cekungan Tarakan yang berada di Kalimantan bagian Utara akan bisa dioptimalkan dengan kerja keras dan teknologi baru.

“Potensi yang ada di Tarakan Basin memiliki potensi lebih dari 2 BBOE atau milyar oil ekuivalen. Dimana sebagian dari potensi ini dimiliki oleh PHE dengan 4 Wilayah Kerja (WK) operator, yaitu PHE Nunukan, JOB Simenggaris, PHE Maratua dan East Ambalat.”

Penemuan sumur migas Parang-1 di Blok Nunukan, yang memiliki potensi cadangan sebesar 221 MMBOE menjadikan Blok Nunukan sebagai salah satu dari 10 penemuan migas terbesar di dunia.

Abdul Mutalib menambahkan, selain potensi cadangan yang cukup besar, ada hal yang menarik dan challenging bila bicara mengenai Cekungan Tarakan.

“Lokasinya berada di area perbatasan Indonesia dan Malaysia,sehingga bila Pertamina berhasil mengeksplorasi area ini tentu memperkuat otoritas politik Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, pengembangan wilayah luas 68.000 km2 ini akan memberikan multiplier effect positif bagi perekonomian serta sosial masyarakat.

“Singkat kata Cekungan Tarakan, adalah sebuah harapan besar Indonesia, dan harapan besar eksplorasi,”pungkasnya.

News

Pertamina Jaring 847 Pengembang Aplikasi

August 26, 2019

Jakarta, 24 Agustus 2019 – Pertamina menjaring 847 pengembang aplikasi (developer) milenial untuk beradu ide di ajang Pertamina Energy Hackathon (PEH) 2.0. Jumlah peserta meningkat signifikan hampir 250% dari peserta tahun lalu sebanyak 340 peserta.

Peserta berasal dari 62 kota di seluruh Indonesia Indonesia, termasuk Sabang, Sorong, Papua Barat. Bahkan ada juga yang berasal dari Singapura.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan program ini didesain untuk mengajak masyarakat luas, khususnya para developer muda berbakat dan terbaik Indonesia dalam menemukan ide-ide baru serta transfer teknologi bersama-sama dengan Pertamina. Kompetisi yang memasuki tahun kedua ini, digelar Pertamina untuk menemukan solusi atas permasalahan aktual industri energi Indonesia dalam menghadapi tantangan digitalisasi industry.

“Hackathon merupakan bentuk nyata Pertamina yang terus berkomitmen untuk selalu berinovasi terhadap kemajuan teknologi terlebih di sisi industri”, ujar Fajriyah.

Menurut Senior Vice President Corporate ICT Pertamina Jeffrey Tjahja Indra, dari 847 developer tersebut telah terpilih 100 finalis. Para developer tersebut dinilai memiliki ide yang sangat bagus dan sesuai dengan kategori yang diperlombakan, yaitu B2C e-Commerce, B2B e-Commerce, dan Asset Optimalization.

“Dengan keunikannya masing-masing, 100 finalis diseleksi hari ini untuk dipilih beberapa aplikasi terbaik. Kami optimistis akan mendapatkan karya yang paling bagus, paling sesuai dan paling kami butuhkan,” ungkap Jeffrey saat ditemui usai membuka acara final Pertamina Energy Hackathon 2.0 di Hotel Mercure, Jakarta, pada Sabtu (24/8).

Jeffrey juga berharap para finalis dapat menjadi bagian dari Energi Terbarukan di Pertamina Digital Transformasi melalui Pertamina Digital Community External. “Ayo bersama-sama bangun Indonesia, saatnya yang muda yang ambil peran, melalui Pertamina,” pungkasnya.

Salah satu finalis dari Padang, Yonas Firdaus Saputra sangat antusias mengikuti acara ini. “Keren dan seru banget. Saya merasa tertantang dan menjadi pengalaman berharga,” ujar pemuda berusia 19 tahun yang baru pertama kali mengikuti Pertamina Energy Hackathon tersebut.

News Weekly Brief

Pertamina Perkuat Penanganan Pantai Karawang

August 12, 2019

Karawang – Pertamina Hulu Energi Offshore North Java (PHE-ONWJ) terus memperkuat personil dan peralatan untuk menangani pembersihan tumpahan minyak yang tidak tertangkap di laut dan lepas hingga ke pantai dengan dukungan jumlah personil lebih dari 1500 beserta peralatannya.

Selain dukungan dari warga sekitar area terdampak, terdata per tanggal 8 Agustus 2019 jumlah anggota TNI yang bekerjasama menangani oil spill sepanjang pantai terdampak di wilayah Karawang sebanyak 87 personil. Sejumlah perlengkapan dan peralatan penghadang tumpahan minyak dipasang di pesisir dan muara sungai untuk mencegah meluasnya oil spill di perairan dan aliran sungai.

VP Relation Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya menjelaskan warga yang terlibat dalam aksi pembersihan oil spill ini adalah tenaga pendukung yang melakukan aksi permbersihan ini atas keinginan sendiri. Tenaga pendukung ini adalah warga setempat yang sehari-harinya hidup dan tinggal di kawasan itu. Mereka dilengkapi dengan perlengkapan yang sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan pembersihan tumpahan minyak.

“Nelayan yang umumnya sedang tidak melaut, sangat antusias membantu penanganan di pantai. Kami menyambut niat baik mereka dan menyiapkan perlengkapan yang sesuai standar HSSE. Mereka juga dicek kesehatannya oleh tim medis yang kita siapkan,” jelas Ifki.

Selain warga, lanjut Ifki Sukarya, anggota TNI juga terlibat aktif membersihkan oil spill yang menjangkau pantai. Mereka terbagi dalam beberapa regu yang berkoordinasi dengan tim Pertamina dan tenaga pendukung lainnya. Meski menggunakan seragam TNI, anggota TNI yang turun lapangan juga harus mengenakan perlengkapan keamanan dan keselamatan pembersihan tumpahan minyak. Oil spill yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung plastik dan diangkut ke lokasi pengolahan limbah B3 yang bersertifikat.

Menurut Ifki, untuk memaksimalkan upaya penghentian penyebaran oil spill yang terlepas dari penghadangan di laut, PHE ONWJ telah memasang ratusan meter fishnet di pantai terdampak dan 2700 meter oil bom yang terdeploy di muara sungai.

Peralatan ini dapat mengisolir sebaran oil spill di atas permukaan dan menghambat pergerakannya masuk ke dalam aliran sungai. Sehingga pencemaran perairan dan sungai dapat dikendalikan dan kehidupan biota laut dan sungai dapat diselamatkan.

Untuk menjaga kesehatan warga di perairan terdampak, PHE ONWJ juga mendirikan Pos Kesehatan di area terdampak. PHE ONWJ telah bersinergi dengan Pertamedika dengan mengirimkan lima ambulance, lima dokter dan 35 paramedis yang disebar di lima Posko Kesehatan di Desa Cemara Jaya, Desa Sungai Buntu, Desa Sedari, Desa Tambak Sari, dan Desa Muara Beting.

Selain dokter dan perawat, PHE ONWJ dan Pertamedika juga menyiagakan ambulance emergency yang dilengkapi dengan AED (Automated External Defibrillator) atau alat defibrilasi jantung otomatis. Selain untuk mengecek dan menjaga kesehatan tenaga pendukung yang terlibat dalam aksi pembersihan pantai. Tidak hanya itu, Posko Kesehatan ini juga diperuntukkan bagi warga yang merasa ada keluhan dengan kesehatannya.

News

Pertamina Dukung Kegiatan Bersih-Bersih Ciliwung

June 24, 2019

Jakarta, 23 Juni 2019 – PT Pertamina (Persero) mendukung penuh kegiatan Bebersih Ciliwung sekaligus pemecahan rekor MURI dengan partisipan di atas 8.000 orang yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), Minggu (23/6).

Pertamina turut aktif dalam kegiatan Bebersih Ciliwung yang dilakukan di 36 titik meliputi 33 kecamatan di sepanjang DAS Ciliwung. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungn Hidup Sedunia tahun 2019 dengan tema yang diusung “Biru Langitku Hijau Bumiku” dan “Gerakan Bebas Sampah Plastik”.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, sebagai BUMN Migas, Pertamina sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional perusahaan.

“Pertamina sangat mendukung program Bebersih Ciliwung yang merupakan sungai terpenting di wilayah Jawa bagian barat. Inilah salah satu bentuk kepedulian Pertamina dalam pelestarian lingkungan hidup,” ujar Fajriyah.

Pertamina, lanjut Fajriyah, memiliki beragam program Corporate Social Responsibility (CSR) lingkungan yang dikemas dalam Pertamina Sobat Bumi. Program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap pelestarian dan keberlanjutan lingkungan hidup.

“Pertamina Sobat Bumi dilaksanakan di hampir seluruh unit unit bisnis dan operasi serta seluruh anak perusahaan di seluruh Indonesia yang terus dikembangkan secara berkelanjutan agar memiliki dampak yang luas dan panjang bagi lingkungan,” imbuh Fajriyah.

Menurut Fajriyah, pada tahun 2018 berbagai program CSR Pertamina telah mendapat penghargaan tertinggi dari KLHK dalam Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

“Pertamina berhasil menyabet lebih dari separuh Proper Emas yang merupakan penghargaan tertinggi. Dari 20 Proper Emas, Pertamina menyabet 13 penghargaan. Tidak hanya Emas, Pertamina juga memboyong 69 PROPER Hijau dari total 155 PROPER Hijau,” tandas Fajriyah.

Penghargaan bergengsi tersebut diraih oleh berbagai unit operasi, unit bisnis dan anak perusahaan seperti TBBM Bandung Group, Surabaya Group, Refinery Unit II Sei Pakning, Refinery Unit VI Balongan, PT Pertamina EP Field Tambun, PT Pertamina EP Field Subang, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) JOB Talisman Jambi Merang, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang dan lain sebagainya.

News

Pertamina, Pasokan BBM Lebih Dari 652 Ribu Liter Untuk Arus Mudik

June 11, 2019

Jakarta – Puncak arus balik terjadi pada Minggu (9/6) kemarin, membuat Pertamina all out untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tingginya kebutuhan BBM melalui SPBU maupun layanan tambahan Non SPBU yang disiagakan sepanjang jalur mudik lebaran.

Tercatat hingga 9 Juni 2019, penyaluran BBM di titik layanan tambahan Non SPBU seperti SPBU Modular maupun Kios Pertamina Siaga mencapai 652 ribu liter.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman menjelaskan, total volume tersebut merupakan realisasi penyaluran yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Bagian Barat, Jawa Bagian Tengah hingga Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus).

Ia pun menambahkan, sebanyak 62 titik layanan yang telah disiagakan di wilayah Sumatra dan Jawa ini mampu menjadi titik tambahan pelayanan BBM guna mengantisipasi tingginya jumlah pemudik yang berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan BBM terutama di wilayah mudik.

“Alhamdulillah seluruh titik layanan tambahan tersebut telah beroperasi dengan baik dan melayani masyarakat dengan optimal. Fungsi utama layanan tambahan ini adalah untuk memecah antrian pengisian BBM di SPBU Reguler, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk melakukan pengisian BBM,” tambahnya.

Seperti diketahui, selain menyediakan titik tambahan untuk pengisian BBM, Pertamina juga menyediakan layanan Motoris pengantar BBM untuk konsumen yang membutuhkan pengantaran BBM pada kondisi emergency di sepanjang jalur mudik.

Motoris menjadi andalan ketika keadaan darurat atau ketika macet agar mobil pemudik tidak kehabisan bahan bakar. Sabtu malam (8/6) pada arus balik lebaran, motoris Pertamina telah siaga mengantarkan BBM kepada beberapa pemudik yang sedang melakukan perjalanannya.

Salah satu pemudik yang memanfaatkan layanan ini, Andria, hampir kehabisan bahan bakar ketika melintas di sekitar wilayah Pelabuhan Bakauheni Lampung.

“Khawatir, karena memang sudah menunjukkan ‘E’ bahan bakarnya. Kami langsung menelfon 135 untuk memesan Pertamax ketika itu,” ujar Andria.

Akhirnya Pukul 22.50 WIB, motoris yang berangkat dari SPBU 24.355.85 di Jalan Raya Bakauheni tiba ke posisi yang dijelaskan Andria. Saat tiba, motoris langsung melayani pengisian 20 liter Pertamax ke mobil Andria.

“Sangat menghargai karena setelah menelfon 135 langsung direspon baik oleh Pertamina. Terima kasih banyak sudah membantu kelancaran perjalanan mudik kami tahun ini,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman pun mengatakan sepanjang jalur mudik dan wisata pada arus balik ini, personil motoris disiagakan sebanyak 200 motoris.

“Ratusan Motoris pengantar BBM, baik pada masa arus mudik dan arus balik kita siagakan. Tentunya segala macam dinamika di lapangan yang perlu diantisipasi sudah kita siapkan solusinya agar layanan yang diberikan Pertamina dapat memenuhi kebutuhan para pemudik tahun ini. Apabila masyarakat memerlukan informasi seputar produk – produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.” pungkasnya.

News Weekly Brief

Pertamina Pastikan Suplai dan Distribusi Energi Aman

May 28, 2019

Palembang, 28 Mei 2019 – Memasuki 10 hari terakhir puasa dan mulai mendekatinya masa libur lebaran, Pertamina terus memastikan kebutuhan energi masyarakat selama masa arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah senantiasa aman.

Mulai dari sisi pengolahan, General Manager Refinery Unit III Plaju, Yosua I. M. Nababan terus memastikan operasional produksi dan stok selalu dijaga. “Kami pastikan tidak ada kendala secara operasional agar ketahanan energi tetap terjaga. Kami juga tergabung dalam Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI), tim on duty management (ODM) juga selalu siap menindaklanjuti laporan harian tim Satgas RAFI,” ujar Yosua.

Untuk produksi kilang RU III Plaju, semua produk dalam keadaan optimal, coverage days (CD) atau ketahanan stok tiap produk juga aman. Berikut data produksi produk RU III Plaju selama Bulan Mei dan ketahanan stok per tanggal 25 Mei 2019

– Premium 275 Million Barrel (MB) dengan CD 15 Hari
– Pertamax 64 MB dengan CD 10 Hari
– Kerosene 147 MB dengan CD 20 hari
– Bio Solar 230 MB dengan CD 7.9 Hari
– Avtur 71 MB dengan CD 20 Hari
– LPG 900 – 1.200 Metrik Ton (MT) dengan CD 2.4 Hari

Sementara itu, dari sisi pemasaran yang berhubungan langsung dengan masyarakat juga sudah menyiapkan ketahanan stok dan distribusi di masa Satgas RAFI yang dimulai 21 Mei 2019 lalu. “Saat masa Satgas RAFI ini kami ingin memastikan ketahanan stok dalam keadaan aman, sehingga distribusi tidak terganggu dan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan libur lebaran dengan nyaman dan tenang,” terang General Manager Marketing Operation Region II Sumbagsel, Primarini.

Jika dilihat per tanggal 25 Mei 2019, stok dan ketahanan produk masih sangat aman. Tim Satgas RAFI setiap harinya juga memonitor perkembangan stok dan realisasi konsumsinya.

– Premium 33.000 Kilo Liter (KL) dengan CD 6 Hari
– Kerosene 260 KL dengan CD 8 Hari
– Bio Solar 38.000 KL dengan CD 4.6 Hari
– Pertamax 23.400 KL dengan CD 6.5 Hari
– Turbo 650 KL dengan CD 20 Hari
– Dex 1.900 KL dengan CD 82 Hari
– Avtur 1.700 KL dengan CD 33 Hari
– LPG 6.800 Metrik Ton (MT) dengan CD 3.6 Hari

Primarini menambahkan, dioperasionalkannya tol Bakauheni hingga Terbanggi Besar, dan tol fungsional Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung juga menjadi perhatian Pertamina agar pemudik tidak kesulitan mencari BBM selama diperjalanan.

“Saat ini kami sudah menyiapkan SPBU Modular dan Kiosk Pertamina Siaga disepanjang ruas tol tersebut. 8 titik SPBU Modular kami siapkan di pintu keluar ASDP Bakauheni, KM 33A, KM 87A, KM 87B, KM 115A, KM 115B, KM 215B, dan KM 234A. Lalu kami juga menyiapkan 8 titik Kiosk Pertamina Siaga di KM 33B, KM 163A, KM 172B, KM 208A, KM 215B, KM 234A, KM 25 Kayuagung, dan Gerbang Tol Palindra,” jelas Primarini.

Selain kesiapan di ruas tol Trans Sumatera, Pertamina juga sudah menyiapkan fasilitas bagi pemudik yang melewati jalur lintas timur, tengah, dan barat Sumatera. Fasilitas itu antara lain adalah 11 Kiosk Pertamina Siaga, 2 Mobil Dispenser, 20 Motoris pengantar BBM Kemasan, dan disediakannya Dex Kemasan di 83 titik SPBU.

Primarini menambahkan kebutuhan LPG juga menjadi prioritas, karenanya untuk LPG disiagakan 300 Agen Siaga LPG 3 Kg, 3.910 Pangkalan Siaga LPG 3 Kg, dan 55 Agen Siaga LPG NPSO juga siap melayani masyarakat selama libur dan lebaran. “Masyarakat tidak perlu khawatir, baik untuk kebutuhan selama di perjalanan mudik maupun ketika sudah di kampung halaman akan kami siapkan, sehingga masyarakat bisa tenang dan nyaman menikmati liburannya. Jika masyarakat butuh informasi terkait BBM, LPG, Pelumas atau produk lainnya, silahkan bisa menghubungi Call Center 135,” imbuhnya.

Selain memaparkan kesiapan menjelang arus mudik dan balik serta libur lebaran, Yosua dan Primarini juga memaparkan beberapa kegiatan lain, seperti Safari Ramadhan, Santunan Anak Yatim, dan kegiatan sosial lainnya.

“Di RU ada santunan anak yatim dan berkunjung ke masjid-masjid disekitar wilayah operasi kami. Untuk MOR yang berbeda adalah kegiatan Takjil Pertamina Siaga di SPBU, Mushola Siaga melakukan bedah mushola, dan Berbuka bersama Usaha Mikro dan Komunitas (BEDUK) Bright Gas. Secara total setidaknya Pertamina RUMOR 32 sudah menyantuni 960 anak yatim dan memberikan bantuan dana sebesar Rp 525 juta. Mudah-mudahan bantuan dan kegiatan ini senantiasa bermanfaat dan menjadi berkah baik bagi yang diberikan maupun Pertamina,” tutup Yosua dan Primarini.

News Weekly Brief

Pertamina Tambah Pasokan LPG

May 13, 2019

Banda Aceh, 13 Mei 2019 – Minggu pertama Ramadhan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menambah penyaluran elpiji 3 kg subsidi di wilayah Aceh. Sebanyak lebih dari 1 juta tabung, meningkat 11 persen dari penyaluran normal, telah digelontorkan ke pangkalan-pangkalan sejak awal Mei 2019.

Branch Marketing Manager Aceh, Awan Raharjo, menyampaikan bahwa penambahan ini untuk merespon peningkatan konsumsi elpiji. “Konsumsi elpiji 3 kg di Aceh meningkat diantaranya karena pelaksanaan tradisi Makmeugang. Sehingga kami menambah penyaluran ke 2.480 pangkalan di wilayah Aceh,” kata Awan.

Penambahan sebanyak lebih dari 12.700 tabung per hari juga dilakukan di Aceh Utara. Khusus di kota Lhokseumawe, mencapai 5.000 tabung per hari. Ini juga untuk merespon isu kelangkaan elpiji 3 kg yang beredar di masyarakat.

Sementara Aceh Tengah yang juga dilanda isu kelangkaan, telah ditambah penyaluran sebanyak 11 persen dari konsumsi normal. Hampir 3.300 tabung elpiji 3 kg disebar ke 92 pangkalan di Aceh Tengah.

“Kami menengarai isu ini sengaja disebar pengecer. Karena mereka mendapat keuntungan jika lebih banyak elpiji yang digelontorkan,” ujar Awan.

Untuk itu, lanjut Awan, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Pemda. Melalui rapat bersama Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID), Pertamina menyampaikan perlunya peningkatan pengawasan penyaluran elpiji 3 kg.

“Alokasi elpiji 3 kg untuk Aceh rata-rata 2,41 juta tabung per bulan. Sementara jumlah masyarakat miskin di Aceh sesuai data BPS pada September 2018 sejumlah 831.500 jiwa. Jika tepat sasaran bagi masyarakat miskin, maka per keluarga miskin mendapat 11 tabung per bulan,” kata Awan pada rapat TPID di Banda Aceh, Kamis (02/05).

Namun alokasi rata-rata per bulan di Aceh sebanyak 2,41 juta tabung tersebut tidak akan mencukupi jika dikonsumsi oleh total penduduk Aceh sebanyak lebih dari 5 juta jiwa. Sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

“Kami mengajak seluruh Pemkab dan Pemkot untuk bersama pro aktif melakukan pengawasan di lapangan. Pertamina siap bersama perangkat Pemda seperti Satpol PP, mengadakan sidak secara kontinyu ke agen dan pangkalan,” tutur Awan.

Pertamina sendiri melarang agen dan pangkalan menjual pada pengecer. Maupun menjual dengan harga di atas HET. Sebanyak 23 pangkalan telah dikenakan sanksi karena terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Pengawasan yang lebih ketat juga diperlukan untuk mengendalikan pengecer. Pertamina tidak dapat mengawasi maupun memberi sanksi pada pengecer. Karena mereka bukan distributor resmi elpiji 3 kg.