Pelaku Pasar Perhitungkan Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID – Menjelang pengumuman keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed, pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga yang tidak terduga.

Suku bunga acuan The Fed saat ini berada di kisaran 3,50%–3,75% (federal funds target range). Kisaran itu telah dipertahankan sejak Desember 2025 dan masih berlaku menjelang keputusan FOMC yang akan diumumkan hari ini, Rabu (29/7/2026).

Meski mayoritas analis masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya, probabilitas kenaikan suku bunga kini meningkat signifikan dibandingkan sepekan lalu.

Keputusan suku bunga akan diumumkan oleh Ketua The Fed, Kevin Warsh. Konsensus pasar masih mengarah pada skenario suku bunga tetap, namun sekitar 32% pelaku pasar kini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, tetapi melonjak tajam dari sekitar 16% yang tercatat sepekan lalu.

Salah satu lembaga yang memproyeksikan kenaikan suku bunga adalah Citadel Securities. Kepala Strategi Makro Citadel Securities, Frank Flight, memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Meningkatnya ekspektasi tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak pada Juni hingga Juli yang sempat mendorong harga minyak mentah Brent melampaui US$ 100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Namun, tekanan itu mulai mereda setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 4% pada perdagangan Selasa (28/7/2026) petang ke level US$ 79,31 per barel, yang dinilai dapat mengurangi urgensi bagi The Fed untuk segera memperketat kebijakan moneternya.

Pertemuan ini menjadi salah satu ujian penting bagi Kevin Warsh dalam masa kepemimpinannya di bank sentral AS. Berbeda dengan pendahulunya, Jerome Powell, Warsh memilih untuk tidak memberikan forward guidance atau panduan mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Langkah itu membuat pasar kehilangan acuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi keputusan The Fed.

Dari sisi ekonomi, inflasi AS tercatat sebesar 3,5% secara tahunan pada Juni, turun dari 4,2% pada Mei. Meski demikian, angka tersebut masih berada jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. Sementara itu, suku bunga acuan telah dipertahankan pada kisaran 3,50%–3,75% sejak Desember.

Kelompok yang mendukung kenaikan suku bunga berpendapat bahwa langkah konkret diperlukan untuk memperkuat kredibilitas The Fed dalam memerangi inflasi. Citadel Securities menilai kenaikan suku bunga akan menjadi sinyal kuat bahwa Kevin Warsh berkomitmen menjaga independensi bank sentral sekaligus mengakhiri praktik pemberian panduan kebijakan yang selama ini menjadi ciri komunikasi The Fed.

Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk memperoleh kepastian mengenai arah kebijakan moneter AS serta dampaknya terhadap pasar keuangan global dalam beberapa bulan mendatang. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Bitcoin Anjlok, Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan Selasa...

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID – Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026)...

Wall Street Ditutup Beragam, Dow dan S&P 500 Menguat

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika...

S&P: Pengunduran Diri Gubernur BI Tingkatkan Ketidakpastian Kebijakan

BRIEF.ID – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings menyatakan...