Wall Street Ditutup Beragam, Dow dan S&P 500 Menguat

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Penguatan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 didorong oleh penurunan harga minyak yang berlanjut serta kinerja keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan. Sementara itu, Nasdaq Composite berakhir di zona merah akibat tekanan pada saham-saham sektor semikonduktor.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,0% dan ditutup di level 52.747,53. Sementara itu, S&P 500 naik 0,3% ke 7.431,43. Berbeda dengan Dow Jones dan S&P500, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,2% ke 24.876,91, meskipun sempat merosot hingga 1,4% selama sesi perdagangan.

Sentimen positif pasar didukung  pelemahan harga minyak yang dinilai mampu mengurangi tekanan inflasi sekaligus menekan biaya operasional perusahaan. Kondisi ini meningkatkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan laba korporasi dalam beberapa kuartal mendatang.

Selain itu, sejumlah perusahaan mencatatkan laporan keuangan yang solid, dengan pendapatan dan laba melampaui ekspektasi analis. Hasil tersebut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa fundamental sejumlah emiten tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Di sisi lain, saham-saham sektor semikonduktor mengalami aksi jual yang cukup besar sehingga membebani pergerakan Nasdaq. Pelemahan sektor chip  sempat mendorong indeks teknologi itu turun lebih dari satu persen sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugiannya menjelang penutupan perdagangan.

Pergerakan  beragam ini mencerminkan sikap investor yang masih selektif dalam menempatkan dana. Saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan membukukan kinerja positif tetap menjadi incaran, sementara sektor teknologi, khususnya semikonduktor, masih menghadapi tekanan setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir.

Pelaku pasar kini akan mencermati rilis data ekonomi berikutnya serta lanjutan musim laporan keuangan perusahaan untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan prospek pasar saham dalam jangka pendek. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BI Pertahankan BI Rate 5,75%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%...

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pascagempa NTT

BRIEF.ID-Pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur...

Dua Kapal Polri Angkut 17,5 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

BRIEF.ID - Dua kapal kepolisian dikerahkan untuk mengangkut bantuan...

Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah telah Kirim 253 Ton Logistik Bantuan ke NTT

BRIEF.ID - Pemerintah tengah mempercepat pengiriman bantuan untuk masyarakat...