Mentan Amran Kejar Swasembada Gula, Produksi Nasional Ditargetkan Capai 3 Juta Ton pada 2029

BRIEF.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mencapai target itu, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan berbagai strategi mulai dari peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya hingga revitalisasi industri gula nasional dengan target produksi gula mencapai 3 juta ton pada 2029.

Komitmen tersebut disampaikan Amran pada saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Kamis (23/6).

Amran mengemukakan arahan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni mewujudkan swasembada gula putih dalam waktu paling lambat dua tahun. Maka dari itu, Kementan akan mempercepat peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif agar hasil panen nasional meningkat.

“Perintah Bapak Presiden kan sudah jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” tutur Amran.

Menurut Amran, tanaman ratoon yang telah melewati usia produktif menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas tebu. Pemerintah akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman lama dengan bibit yang lebih unggul.

Selain program bongkar ratoon, Kementan juga menyiapkan anggaran sekitar Rp9 triliun untuk mendukung sektor perkebunan, termasuk penyediaan bibit unggul secara gratis, pengolahan lahan, serta berbagai program peningkatan produktivitas.

“Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat,” katanya.

Tidak hanya itu, Pemerintah kata Amran juga telah menyiapkan langkah percepatan lainnya, di antaranya peremajaan sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, hingga penerapan teknologi untuk meningkatkan rendemen gula.

Tak hanya fokus pada sektor peningkatan produksi, Kementan juga akan memperkuat tata kelola industri gula dari hulu hingga hilir melalui penguatan kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung transisi energi.

Amran menilai Indonesia masih memiliki potensi besar untuk memperluas areal tanam tebu di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi gula nasional sehingga target 3 juta ton pada 2029 dapat tercapai.

Dalam kesempatan itu, Amran juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara. Menurutnya, perusahaan tersebut berhasil memperbaiki kinerja keuangan secara signifikan dalam waktu singkat.

“Tahun lalu masih mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar, tahun ini insya Allah sudah berbalik menjadi untung sekitar Rp600 miliar. Ini lompatan yang sangat baik, tetapi saya minta tahun depan harus lebih tinggi lagi. Targetnya minimal mencapai keuntungan Rp750 miliar,” ujarnya.

Amran memastikan Kementerian Pertanian akan terus mengawal seluruh program agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani. Ia menegaskan tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang menyalahgunakan program pemerintah atau merugikan petani.

“Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian,” tegasnya.

Melalui percepatan peremajaan tebu, modernisasi budidaya, revitalisasi industri gula, serta penguatan kemitraan dengan petani, pemerintah optimistis target swasembada gula putih dalam dua tahun dapat diwujudkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

BRIEF.ID – Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang mendorong...

MK Kabulkan Gugatan Kuota Internet Hangus

BRIEF.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji...

Indonesia-FBI Perkuat Kerja Sama Pengembalian Artefak Budaya

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur...

Presiden Prabowo Angkat Kuntadi Sebagai Jampidsus

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto  menunjuk Kuntadi sebagai Jaksa...