Mbappe Menjadi Pemain Pertama Meraih Sepatu Emas Piala Dunia Dua Kali

BRIEF.ID – Bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Meski Prancis gagal melangkah ke babak final Piala Dunia 2026, pemain  berusia 27 tahun itu tetap mengukir sejarah dengan meraih Sepatu Emas (Golden Boot) sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Penghargaan itu menjadikan Mbappe sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil memenangkan Sepatu Emas sebanyak dua kali. Sebelumnya, ia juga meraih penghargaan yang sama pada Piala Dunia 2022 di Qatar setelah tampil luar biasa dengan mencetak delapan gol.

Konsistensi Mbappe di dua edisi Piala Dunia memperlihatkan kualitasnya sebagai penyerang kelas dunia. Kecepatan, ketajaman penyelesaian akhir, serta kemampuannya tampil menentukan dalam laga-laga besar membuatnya terus menjadi ancaman bagi setiap lawan yang dihadapi.

Walaupun Prancis harus puas mengakhiri turnamen di peringkat ketiga, pencapaian individu Mbappe menjadi salah satu sorotan utama Piala Dunia 2026. Rekor dua Sepatu Emas semakin mengukuhkan namanya di antara para legenda sepak bola dunia dan mempertegas posisinya sebagai ikon generasi baru sepak bola internasional.

Dengan usia yang masih berada di puncak karier, Mbappe masih memiliki peluang untuk terus menambah catatan prestasinya dan menciptakan sejarah baru pada turnamen-turnamen besar berikutnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bergerak Variatif, Investor Tunggu Hasil RDG BI

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Menguat Jelang Hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Suku Bunga Diprediksi Ditahan

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 Imbas Tingginya Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Greenpeace Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran: Krisis Iklim Bikin Biaya Hidup Makin Mahal

BRIEF.ID - Greenpeace Indonesia mengkritik penanganan krisis iklim selama...