Mary Jane Dipindahkan ke Filipina, Wamen DFA Pastikan Indonesia Tidak Minta Imbalan

BRIEF.ID – Departemen Urusan Luar Negeri (DFA) Filipina memastikan bahwa Republik Indonesia tidak meminta apa pun sebagai imbalan atas kembalinya Mary Jane Veloso. Namun Filipina  akan mengingat sikap itu.

Dikutip dari PNA, Minggu (24/11/2024), Wakil Menteri DFA Eduardo De Vega mengatakan, Pemerintah Filipina dan Indonesia akan merumuskan rincian kesepakatan untuk pemindahan Veloso.

“Mereka (Indonesia) tidak meminta apa pun, pertukaran tahanan, tidak ada. Mereka selalu baik kepada kami, baru-baru ini mereka membantu kami dalam kasus Alice Guo,” kata De Vega.

Menurut De Vega, pengembalian Mary Jane ke negara asalnya merupakan bukti hubungan yang berkembang di antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara.

“Jadi, ini adalah tanda baik untuk apa yang kami harapkan di bawah kepresidenan baru di Indonesia, Presiden Prabowo (Subianto) dan persahabatan mereka dengan Presiden (Ferdinand) Bongbong Marcos (Jr). Mereka tidak meminta apa pun. Tetapi tentu saja, di masa depan, jika mereka membolehkan, maka Filipina tentu akan mengingat sikap ini dari Indonesia untuk Kaababayan (hubungan erat) kami,” tambahnya.

Marcos dan Prabowo telah bertemu dua kali pada tahun ini. Pertama, ketika Prabowo  mengunjungi Manila dan kemudian ketika Marcos berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pelantikan pemimpin Indonesia yang baru, pada 20 Oktober 2024.

Veloso dipenjara pada tahun 2010 dan dijatuhi hukuman mati pada tahun yang sama setelah 2,6 kg heroin ditemukan di koper miliknya.

Dia mendapat penangguhan hukuman pada menit terakhir pada April 2015 ketika Manila memberitahukan rekan-rekannya di Jakarta bahwa perekrutnya telah menyerahkan diri.

Selama satu dekade, pemerintah Filipina telah melakukan upaya luar biasa untuk mengajukan banding atas kasusnya. (PNA/Ant/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo ke Rusia, Qodari Ungkap Misi Ekonomi: Bidik Investasi hingga Perdagangan Bebas

BRIEF.ID - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia tidak...

Menkeu Purbaya: APBN Cukup untuk Tambah Dana Penanggulangan Bencana

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan...

98% Kebakaran Lahan Gambut Dipadamkan, BNPB Masih Hadapi Ancaman Api Baru

BRIEF.ID - Kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas...

322 Personel Dikerahkan Cegah Karhutla, Polri Diminta Tak Sekadar Turun Saat Api Berkobar

BRIEF.ID - Polri telah mengirim 322 personil ke empat...