Kuartal I-2026, Laba Bersih PTBA Rp 802 Miliar

BRIEF.ID – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 802 miliar pada Kuartal I-2026, meningkat 105% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 391 miliar. Peningkatan ini ditopang efisiensi biaya operasional, negosiasi dengan mitra terkait, dan kontribusi laba dari joint venture.

Dikutip  riset Phintraco Sekuritas, Jumat (8/5/2026) pendapatan PTBA relatif stabil di Rp 9,93 triliun pada Kuartal I-2026, meskipun volume produksi turun 22% YoY menjadi 6,62 juta ton akibat curah hujan tinggi dan faktor musiman pada awal tahun. Di sisi lain, penjualan batubara hanya turun tipis 1% YoY menjadi 10,16 juta ton, yang ditopang manajemen inventori yang solid.

Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA)  PTBA meningkat 48% YoY menjadi Rp 1,55 triliun dan  cash cost turun 4% YoY menjadi Rp 0,86 juta/ton, yang mencerminkan keberhasilan inisiatif efisiensi terutama pada biaya penambangan dan transportasi.

Dari sisi pengembangan bisnis, PTBA terus mendorong strategi hilirisasi dan diversifikasi energi melalui proyek coal to Dimethyl Ether (DME), coal to synthetic natural gas (SNG), artificial graphite-anode sheet, hingga pengembangan pembangkit listrik dan energi terbarukan. Perseroan juga menargetkan penyelesaian proyek jalur Tanjung Enim–Kramasan pada 2H26 untuk meningkatkan kapasitas logistik batubara.

PTBA juga menilai konflik Selat Hormuz sebagai katalis positif bagi harga batubara termal global. Perseroan mencatat kenaikan harga Newcastle dan ICI coal index sepanjang 2026 akibat disrupsi LNG dan kenaikan harga energi global, meskipun di sisi lain kenaikan harga BBM turut meningkatkan biaya operasional.

Selain itu, PTBA juga memperkirakan bahwa kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) berpotensi meningkatkan cost of fund ke depan, seiring penyesuaian likuiditas dan pengelolaan pendanaan perusahaan.

Saat ini, saham PTBA diperdagangkan pada PER 11.40x dan PBV 1.49x, lebih tinggi dari PER dan PBV sektor energy subsektor oil, gas and coal masing-masing sebesar 6.02x dan 1.13x. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Bergerak Terbatas dan Rawan Terkoreksi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Andalkan Sistem Digital, Pemerintah Tingkatkan Akurasi Penyaluran Bansos

BRIEF.ID - Pemerintah pusat mempercepat implementasi digitalisasi bantuan sosial...

Perluas Diversifikasi Bisnis, Win&Co Akuisisi Momogi

BRIEF.ID – Win&Co Group (COCO) menandatangani Conditional Share Purchase...

Dorong Hilirisasi, Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Senilai Rp300 M

BRIEF.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan operasional pabrik kawat...