BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (8/5/2026) diperkirakan akan bergerak terbatas dan cenderung rawan terkoreksi.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG diprediksi bergerak di kisaran resistance 7.300, pivot 7.200, dan support 7.100. Saham-saham yang diunggulkan adalah SCMA, MYOR, BBTN, EXCL, dan MAPI.
“IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 7.200-7.250 pada perdagangan Jumat (8/52026). Meskipun demikian, perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek menjelang akhir pekan,” demikian riset Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 7.174,32 atau naik 1,15% pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Rupiah ditutup menguat 0,3% di level Rp 17,320 per Dolar AS, seiring pelemahan indeks Dolar AS.
Secara sektoral, saham sektor keuangan membukukan penguatan terbesar yaitu 2,01%), sedangkan saham sektor basic materials mencatatkan koreksi terbesar mencapai 1,62%).
Secara teknikal, penyempitan histogram MACD IHSG berlanjut dan berpotensi membentuk Golden Cross. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot.
Pada Jumat (8/5/2026), investor menantikan data cadangan devisa April, yang diperkirakan cenderung menurun seiring tren pelemahan Rupiah. Indeks harga property Kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh melambat menjadi 0,5% YoY dari pertumbuhan 0,83% YoY di Kuartal IV-2025.
Sedangkan penjualan mobil domestik diperkirakan turun 7% YoY di April 2026, setelah mengalami penurunan 13,8% YoY di Maret 2026.
Diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui pembebasan pungutan pajak yang berkaitan dengan transaksi aksi korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah dilakukan BPI Danantara, yang meliputi merger, likuidasi, dan divestasi.
Keringanan pajak yang diberikan oleh otoritas fiskal berkaitan seluruhnya transaksi streamlining BUMN hingga berbentuk pembebasan. Misalnya, jika Danantara melakukan pengalihan dari BUMN kepada perusahaan baru, maka akan mendapatkan keringanan pajak. (nov)


