BRIEF.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan operasional pabrik kawat baja galvanis milik PT Beka Wire Indonesia di Subang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp300 miliar pada Rabu (6/5).
Kehadiran fasilitas produksi itu diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri baja nasional sekaligus untuk menekan ketergantungan impor produk kawat baja.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan bahwa investasi baru di sektor baja menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri manufaktur dalam negeri.
“Pengoperasian pabrik ini bentuk langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok industri baja nasional sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah manufaktur,” tuturnya di Jakarta.
Menurutnya, keberadaan fasilitas produksi baru itu diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri baja secara nasional, khususnya produk kawat baja galvanis yang selama ini masih dipenuhi dari impor.
Selain mendukung substitusi impor, menurut Faisol, pabrik itu dinilai dapat memperdalam struktur industri pengguna baja di berbagai sektor, mulai dari otomotif, konstruksi, energi, hingga pertanian.
PT Beka Wire Indonesia sendiri juga tercatat telah merealisasikan investasi Rp300 miliar dengan potensi ekspansi lanjutan hingga Rp500 miliar.
Faisol mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi investasi yang masuk ke sektor manufaktur, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan industri baja dunia akibat kelebihan pasokan global.
“Kami berharap perusahaan juga berperan dalam peningkatan teknologi dan riset sehingga produk kawat baja nasional dapat bersaing di pasar internasional,” katanya.
Dia menegaskan pemerintah saat ini terus mendorong penguatan industri logam dasar sebagai salah satu sektor prioritas hilirisasi nasional. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat sektor industri logam tumbuh 15,71% pada 2025, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan manufaktur maupun ekonomi nasional.
Di sisi lain, Kemenperin juga mencatat geliat investasi manufaktur masih cukup kuat. Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), sebanyak 633 perusahaan membangun fasilitas produksi baru sepanjang kuartal I/2026 dengan total investasi mencapai Rp418,62 triliun.
“Hadirnya pabrik baru seperti PT Beka Wire Indonesia bisa menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur nasional masih menarik bagi investor,” ujarnya.
Selain memperkuat industri nasional, proyek tersebut juga diperkirakan bisa membuka lapangan kerja baru di wilayah Jawa Barat, khususnya pada sektor industri baja dan turunannya.
Sementara. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengemukakan masuknya investasi industri memperlihatkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap kawasan industri di Subang.
“Kehadiran PT Beka Wire Indonesia menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur di Kabupaten Subang,” tuturnya.
Menurut dia, perkembangan industri di wilayah tersebut juga diharapkan dapat memberikan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah harap industri baja domestik semakin kompetitif dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di tengah kebutuhan baja nasional yang terus meningkat,” tutupnya. (AYB)


