Kospi Pimpin Penguatan Bursa Asia, Optimisme AI Angkat Saham Chip Korea

BRIEF.ID – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026), dipimpin lonjakan pasar saham Korea Selatan setelah meningkatnya optimisme terhadap industri kecerdasan buatan (AI).

Sentimen positif muncul menyusul keputusan Alphabet Inc, induk perusahaan Google, untuk meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) guna memperluas infrastruktur AI, yang diperkirakan akan mendorong permintaan chip memori berperforma tinggi.

Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang berkinerja terbaik di kawasan dengan kenaikan sekitar 3%. Penguatan ditopang oleh reli saham produsen chip memori SK Hynix dan Samsung Electronics, seiring ekspektasi bahwa peningkatan investasi Alphabet pada pusat data AI akan meningkatkan permintaan High Bandwidth Memory (HBM) dan server AI, dua segmen yang menjadi andalan industri semikonduktor Korea Selatan.

Sentimen positif juga diperkuat oleh data ekonomi domestik. Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan tercatat tumbuh 3,7% secara tahunan pada kuartal II 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,5%. Pertumbuhan terutama ditopang oleh kuatnya ekspor semikonduktor, yang terus menikmati peningkatan permintaan global akibat pesatnya investasi di sektor kecerdasan buatan.

Di Jepang, penguatan pasar berlangsung lebih moderat. Indeks Nikkei 225 naik sekitar 0,4%, sementara TOPIX menguat 0,5%, didukung saham-saham teknologi dan eksportir yang memperoleh sentimen positif dari prospek belanja AI global.

Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong naik sekitar 1,3%, mengikuti penguatan saham teknologi regional dan membaiknya sentimen investor terhadap sektor digital.

Meski demikian, reli bursa Asia masih dibatasi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Minyak memperpanjang penguatan untuk lima sesi berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam enam pekan setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan mendorong kembali kekhawatiran inflasi.

Para analis menilai pasar saat ini berada di antara dua sentimen besar: optimisme terhadap pertumbuhan industri AI yang mendorong sektor teknologi dan semikonduktor, serta kenaikan harga energi yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi kebijakan suku bunga bank-bank sentral. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dentuman Anak Krakatau Terdengar hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

BRIEF.ID - Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengirimkan abu...

CCTV Anak Krakatau Rusak di Tengah Erupsi, Begini Cara Pemerintah Memantau Aktivitas Gunung

BRIEF.ID - Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ketika salah...

Anak Krakatau Sudah Berstatus Siaga Sejak Juli, Kini Kembali Erupsi dan Sebarkan Abu

BRIEF.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK) ternyata tidak tiba-tiba...

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bukan Tsunami yang Paling Diwaspadai

BRIED.ID - Nama Anak Krakatau kembali memunculkan bayang-bayang tsunami...