BRIEF.ID – Alphabet Inc., perusahaan induk Google, mengumumkan peningkatan besar belanja infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) setelah mencatatkan kinerja keuangan Kuartal II – 2026 yang melampaui ekspektasi pasar. Hasil itu memperkuat keyakinan investor bahwa strategi investasi besar-besaran Google di bidang AI mulai memberikan hasil.
Pada kuartal kedua, Alphabet membukukan pertumbuhan pendapatan yang ditopang bisnis periklanan digital yang tetap kuat serta lonjakan permintaan terhadap layanan Google Cloud. Integrasi teknologi AI ke berbagai produk Google juga mendorong peningkatan penggunaan layanan perusahaan, mulai dari mesin pencari, Workspace, hingga platform cloud.
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan bahwa AI menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Menurutnya, investasi besar yang dilakukan saat ini diperlukan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat sekaligus mempercepat inovasi di seluruh ekosistem Google.
“Permintaan layanan AI terus meningkat, baik dari konsumen maupun pelaku usaha. Kami berkomitmen membangun infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan dalam jangka panjang,” ujar Pichai dalam paparan kinerja perusahaan.
Alphabet hampir menggandakan belanja modal pada kuartal kedua setelah perusahaan induk Google mempercepat investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan, sementara melaporkan pendapatan dan laba yang jauh melampaui ekspektasi Wall Street.
Perusahaan menghabiskan dana US$ 44,9 miliar untuk properti dan peralatan selama kuartal kedua, naik dari US$ 22,4 miliar setahun sebelumnya, mencerminkan pembangunan berkelanjutan infrastruktur AI dan kapasitas komputasi globalnya.
Perusahaan juga mengumpulkan US$ 49,6 miliar melalui penawaran saham, dengan mengatakan bahwa hasilnya akan mendukung belanja modal dan tujuan perusahaan lainnya.
Pichai mengatakan investasi AI mendorong pertumbuhan di seluruh bisnis, menyoroti adopsi Gemini yang luas di perusahaan dan peningkatan penggunaan di Search, Cloud, dan YouTube. Hampir 90% perusahaan Fortune 100 sekarang menggunakan Gemini Enterprise, sementara model Gemini memproses 22 miliar token API per menit dan aplikasi Gemini memiliki 950 juta pengguna aktif bulanan. (nov)


