Gunung Anak Krakatau Level III Siaga, KSOP Banten Larang Kapal Mendekat Radius 3 Km

BRIEF.ID – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengeluarkan peringatan keselamatan pelayaran menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda yang masih berstatus Level III (Siaga).

Peringatan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026 yang dikeluarkan di Merak pada 5 September 2026. Pengumuman ditujukan kepada seluruh nakhoda, pemilik atau pengusaha kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, hingga pengguna jasa angkutan laut yang melakukan pelayaran di Perairan Selat Sunda.

Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha dalam pengumuman tersebut meminta seluruh pihak yang melakukan aktivitas pelayaran meningkatkan kewaspadaan.

“Langkah ini diperlukan karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengganggu keselamatan navigasi,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (6/9).

Dia menyebut peningkatan kewaspadaan dilakukan berdasarkan laporan khusus Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1512.Lap/GL.03/BGL/2026 mengenai fenomena erupsi menerus Gunung Api Anak Krakatau pada 5 September 2026.

Badan Geologi sebelumnya melaporkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh. Fenomena tersebut terindikasi menyerupai lava fountain atau pancaran lava yang dapat menghasilkan aliran lava.

Dalam pengumumannya, KSOP Banten juga mengingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda terhadap sejumlah potensi bahaya. Ancaman tersebut antara lain letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, serta gangguan terhadap keselamatan navigasi.

Yogie juga meminta nakhoda secara aktif memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, BPBD setempat, serta instansi pemerintah terkait.

“Kami melarang bagi kapal untuk mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III atau Siaga masih berlaku,” katanya.

Ketentuan itu sejalan dengan rekomendasi teknis Badan Geologi yang juga melarang masyarakat, wisatawan dan pendaki memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain menjaga jarak, nakhoda juga diminta memperhitungkan kondisi cuaca dan arah sebaran abu vulkanik ketika merencanakan pelayaran.

Menurutnya, Informasi keselamatan pelayaran yang diterbitkan oleh instansi berwenang juga wajib menjadi pertimbangan sebelum maupun selama kapal beroperasi.

Yogie meminta nakhoda segera mengambil tindakan penghindaran apabila menemukan indikasi bahaya yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

“Kondisi ini juga harus segera dilaporkan kepada Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat atau instansi terkait,” ujarnya

Peringatan ini menjadi penting karena aktivitas erupsi Anak Krakatau pada awal September tercatat cukup intens. Badan Geologi menyebut rangkaian erupsi pada 4-5 September menjadi salah satu episode dengan intensitas tertinggi sepanjang 2026, meski status gunung tetap berada pada Level III (Siaga).

Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, otoritas juga terus memantau dampaknya terhadap jalur pelayaran Selat Sunda. Layanan penyeberangan Merak-Bakauheni pada saat laporan terbaru masih dinyatakan berjalan normal, meski pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan.

KSOP Banten menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas seluruh penyelenggara pelayaran. Para operator kapal diminta menjalankan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak mengabaikan informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Bagi pengguna jasa transportasi laut, peringatan tersebut menjadi sinyal agar tidak hanya memperhatikan kondisi operasional pelabuhan, tetapi juga perkembangan aktivitas vulkanik dan informasi keselamatan pelayaran. KSOP Banten meminta seluruh pihak tetap waspada, mengikuti arahan otoritas, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di Perairan Selat Sunda. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bandara Halim Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau, 10 Penerbangan Terdampak

BRIEF.ID – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengganggu...

Investor Asing Mulai Kembali ke Indonesia, Tae Yong Shim Ungkap Sinyal Kebangkitan Saham dan Obligasi

BRIEF.ID - Investor asing mulai kembali menempatkan dananya di...

Rupiah Menguat Seiring Tren Pelemahan Yield US Treasury dan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

IHSG Melemah Imbas Aksi Profit Taking, Lebih Dari 300 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...