BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat infrastruktur dan layanan publik menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang akan berlangsung pada 9 – 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.
Pemprov menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang mempertemukan lintas sektor untuk mematangkan aspek-aspek pelayanan publik, infrastruktur jalan, konektivitas udara, hingga penataan akomodasi jelang gelaran balap dunia tersebut.
Rakor tersebut juga mengantisipasi kemungkinan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto serta pengetatan standar keamanan dan pelayanan. Untuk mendukung kelancaran tamu internasional, Kantor Imigrasi NTB menyiapkan skema check-in on-board bagi penerbangan charter Dorna.
Sektor penerbangan juga didorong menambah kapasitas melalui penggunaan pesawat berbadan lebar (wide-body). Selain itu, RSUP NTB mencapai kesiapan medis 90 persen yang didukung simulasi pada 6–8 Oktober 2026, serta penyiapan satu helikopter patroli di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
“Persiapan terus mengalami kemajuan dan hanya beberapa isu minor yang kita harapkan selesai tuntas dalam tiga hari ke depan. Harapan kita, MotoGP 2026 bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, lebih banyak dihadiri penonton, dan memberi lebih banyak pelibatan masyarakat,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Untuk transportasi darat, Pemprov NTB menambah alokasi shuttle bus sebanyak 42 unit serta menargetkan perbaikan jalan provinsi tuntas pada H-7. Terkait tarif akomodasi, Pemprov NTB resmi mencabut Pergub Nomor 9 Tahun 2022 guna mencegah overpricing dan memfokuskan penataaan harga hotel di area Ring 2 dan Ring 3.
Di sisi lain, pelibatan masyarakat diperluas melalui rekrutmen volunteer yang mencakup berbagai daerah, serta program harga khusus tiket bagi ASN.
“Terkait Pergub Nomor 9 Tahun 2022, Pemprov NTB resmi mencabutnya untuk menata ulang tarif akomodasi secara lebih transparan. Pergub itu dulu dibuat saat hanya ada satu event setiap tahun, jadi sekarang sudah tidak diperlukan agar tidak dijadikan justifikasi untuk overpricing,” tegas Lalu Iqbal.
Kesiapan dari pihak pengelola sirkuit juga menunjukkan perkembangan signifikan. Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa persiapan fisik sirkuit telah mencapai 80 persen, meliputi pengecatan lintasan (track painting), perbaikan grandstand, hingga penambahan fasilitas pendukung seperti common garage dan ketersediaan camper van.
Sinergi penuh ini diharapkan semakin memperkuat citra NTB sebagai destinasi sport tourism unggulan kelas dunia. (etm)



