ISKA Perkuat Peran Intelektual Katolik untuk Bangsa

BRIEF.ID – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) memasuki periode baru dengan agenda yang lebih tegas: memperkuat peran intelektual Katolik di ruang publik sekaligus memperluas kontribusi bagi kehidupan kebangsaan.

Arah tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2026). Forum empat tahunan itu secara aklamasi kembali menetapkan Luky Agung Yusgiantoro sebagai Ketua Umum Presidium Pimpinan Pusat (PP) ISKA periode 2026-2030.

Bagi ISKA, pergantian periode kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi. Munas menjadi momentum untuk mempertegas posisi sarjana Katolik dalam menjawab persoalan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari demokrasi, ekonomi, geopolitik, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), hingga krisis ekologis.

Luky menegaskan, identitas sebagai warga negara Indonesia dan umat Katolik merupakan dua hal yang saling menguatkan.

“Identitas sebagai warga negara Indonesia dan umat Katolik adalah dua hal yang saling menguatkan,” kata Luky melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Luky, kehadiran sarjana Katolik di ruang publik tidak diarahkan untuk membangun eksklusivisme identitas. Sebaliknya, identitas tersebut harus diterjemahkan menjadi kompetensi, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan bersama.

Pandangan itu menjadi salah satu pijakan ISKA dalam merumuskan arah organisasi untuk periode 2026-2030.

10 Agenda Strategis

Munas XVII ISKA menetapkan 10 Agenda Strategis yang menjadi kerangka kontribusi organisasi bagi bangsa. Agenda tersebut berakar pada Pancasila, UUD 1945, dan Ajaran Sosial Gereja.

Agenda itu mencakup penguatan Pancasila sebagai etika publik, demokrasi substantif dan negara hukum, ekonomi inklusif dan berkeadilan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan, penguatan kohesi sosial, kedaulatan dan ketahanan nasional, perlindungan HAM dan ruang sipil, transformasi teknologi yang etis, ekologi dan keutuhan ciptaan, serta penguatan peran intelektual ISKA.

Dengan agenda tersebut, ISKA tidak hanya menempatkan diri sebagai organisasi profesi atau wadah perkumpulan sarjana Katolik, tetapi juga memperkuat fungsi intelektualnya sebagai ruang pertukaran gagasan dan pemikiran untuk kepentingan publik.

Luky berharap 10 Agenda Strategis ISKA dapat menjadi peta jalan bagi kontribusi intelektual warga ISKA sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil.

“ISKA telah menetapkan 10 Agenda Strategis yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Ajaran Sosial Gereja,” ujar Luky.

Merawat Persaudaraan Kebangsaan

Munas XVII ISKA mengusung tema “Merawat Harapan, Menguatkan Persaudaraan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045: Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan, Memperkuat Demokrasi, Kedaulatan Bangsa, Kemanusiaan, Persaudaraan, dan Keutuhan Ciptaan.”

Tema tersebut memperlihatkan cakupan perhatian ISKA yang tidak hanya berkaitan dengan persoalan internal organisasi, tetapi juga tantangan kebangsaan menuju 2045.

Rangkaian Munas diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF, bersama jajaran imam selebran. Perayaan tersebut menegaskan dimensi spiritualitas dan komitmen pelayanan para sarjana Katolik.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir turut hadir secara virtual dalam pembukaan Munas XVII ISKA.

ISKA menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan kehidupan beriman bukan dua ruang yang terpisah. Keduanya dapat menjadi landasan bagi para sarjana Katolik untuk menghadirkan gagasan, keahlian, dan pengabdian dalam menjawab persoalan masyarakat.

Memasuki periode 2026-2030, tantangan ISKA bukan hanya menjaga kesinambungan organisasi, tetapi memastikan gagasan yang telah dirumuskan melalui Munas dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.

Dengan 10 Agenda Strategis tersebut, ISKA menempatkan kompetensi, integritas, persaudaraan kebangsaan, dan kebaikan bersama sebagai bagian penting dari langkah organisasi menuju Indonesia Emas 2045. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Luky Agung Yusgiantoro Pertegas Identitas ISKA sebagai WNI dan Umat Katolik

BRIEF.ID – Ketua Umum Presidium Pimpinan Pusat (PP) Ikatan...

Luky Agung Yusgiantoro Kembali Pimpin Presidium PP ISKA Periode 2026-2030

BRIEF.ID – Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia...

IHSG Balik Arak ke Zona Hijau Imbas Harga Minyak Dunia Turun

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Melemah Tertekan Ekspetasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar...