BRIEF.ID – Kalangan investor kini menantikan momentum Presiden Prabowo Subianto berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, (20/5/2026).
Ini merupakan pertama kalinya seorang Kepala Negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF, yang biasanya disampaikan Menteri Keuangan di hadapan anggota DPR RI.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026)
ditutup melemah di level 6.370,68 atau turun 3,46%.
Sektor basic material mengalami pelemahan terbesar yaitu turun 7,3%, sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang menguat sebesar 0,55%.
IHSG melemah akibat tekanan jual setelah beredarnya rumor bahwa pemerintah berencana mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara. Sejumlah komoditas yang dirumorkan akan diatur di antaranya batu bara, CPO hingga mineral logam.
Hal itu menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan.
Selain itu, investor juga mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan Rabu (20/5/2026). Menurut konsensus, Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%, dalam rangka meredam pelemahan nilai tukar Rupiah. Sedangkan pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9,7% YoY dari 9,49% YoY pada Maret 2026. (nov)


