Indeks Bursa Wall Street Ditutup Mixed

BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Penguatan pada saham-saham sektor kesehatan dan membaiknya sentimen di sekitar Timur Tengah mengimbangi penurunan di sektor teknologi akibat turunnya saham Broadcom setelah pengumuman pendapatan.

Indeks Dow Jones menguat signifikan, sedangkan Nasdaq Composite ditutup melemah. Sementara itu Israel dan Lebanon sepakat untuk memperbarui gencatan senjata, memperkuat harapan akan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran di masa mendatang. Kesepakatan AS-Iran bergantung pada gencatan senjata di Lebanon.

Meskipun penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan  menyebabkan guncangan inflasi, kalender ekonomi AS pekan ini sebagian besar berfokus pada pasar tenaga kerja. Pasar akan menantikan data nonfarm payrolls bulan Mei yang akan dirilis nanti malam, di mana kemungkinan akan memberikan indikasi utama apakah kekuatan pasar tenaga kerja baru-baru ini akan berlanjut.

Harga minyak turun sekitar 3%, dipicu laporan bahwa Presiden Trump enggan untuk melanjutkan perang penuh dengan Iran meskipun terjadi bentrokan baru-baru ini. 

Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun 2 bps ke level 4,471%, didorong oleh koreksi harga minyak dan investor menantikan dsta tenaga kerja. Harga emas menguat 0,8% di level US$ 4.466 per troy ons, karena pelemahan Dolar AS dan yield US-Treasury. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investor Asing Mulai Kembali ke Indonesia, Tae Yong Shim Ungkap Sinyal Kebangkitan Saham dan Obligasi

BRIEF.ID - Investor asing mulai kembali menempatkan dananya di...

Rupiah Menguat Seiring Tren Pelemahan Yield US Treasury dan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

IHSG Melemah Imbas Aksi Profit Taking, Lebih Dari 300 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rosan: Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok

BRIEF.ID — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM merangkap CEO...