BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguji level 6.700 pada perdagangan Selasa (8/9/2026), dipicu sentimen positif data cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 0,84% atau 55,27 poin ke level 6.674. Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,30% atau 19,84 poin ke posisi 6.639.
Selama 3 jam perdagangan sesi I yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.679, dan level terendah di 6.636.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 386 saham naik harga, 213 saham turun harga, dan 191 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 22,648 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.345.295 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,161 triliun.
Investor kembali memburu saham-saham potensial, seiring data cadangan devisa Indonesia, yang membukukan kenaikan menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026 dari posisi sebelumnya US$145,3 miliar pada Juli 2026.
Posisi cadangan devisa Indonesia tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengimbangi pembayaran utang luar negeri, dan intervensi untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia menyatakan posisi Cadangan Devisa sebesar US$146,5 miliar mencakup kebutuhan impor selama 5,4 bulan atau 5,3 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar internasional yang sebesar 3 bulan impor.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asial Tbk (BBCA), terpantau menjadi saham berkapitalisasi besar (big caps), yang ramai diburu investor.
Harga TLKM terpantau naik sebesar 1,15% atau Rp30 menjadi Rp2.640 per lembar, sedangkan BBCA menguat 1,13% atau Rp75 menjadi Rp6.700 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi terus bergerak di zona hijau, di kisaran level support 6.600 hingga level resistance 6.700. (Jea)


