IHSG Turun Tipis Jelang Implementasi Klasifikasi Baru Auto Rejection

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tipis pada perdagangan awal pekan, Senin (31/8/2026). Pelaku pasar nampaknya melakukan reposisi aset menjelang implementasi klasifikasi baru auto rejection, dan batas minimum harga saham pekan depan.

Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup melemah 0,01% atau 0,88 poin ke level 6.517. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,11% atau 7,01 poin ke posisi 6.511.

Selama 3 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah, dengan menyentuh level terendah di 6.476, dan level tertinggi 6.525.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 329 saham naik harga, 229 saham turun harga, dan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun voloume saham yang ditransaksikan mencapai 26.362 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.393.188 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,326 triliun.

IHSG sempat bergerak menguat seiring melandainya tekanan dari luar negeri. Konflik Timur Tengah yang kian mereda, dan kemugkinan Bank Sentral Amerika Serikat (AS0 atau Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, membuat arus modal masuk ke emerging market, termasuk BEI tetap tinggi.

Sementara dari dalam negeri, sentimen yang menekan IHSG datang dari kebijakan BEI untuk menerapkan perubahan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham di pasar reguler dan pasar tunai, serta klasifikasi baru auto rejection bersama Anggota Bursa, yang implementasinya ditargetan pada 7 September 2026.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati kebijakan pemerintah memberikan relaksasi kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber saya alam bagi 64 eksportir sektor pertambangan melalui Pasal 18A PP Nomor 21 Tahun 2026 yang berlaku untuk Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) mulai 1 September 2026.

Hal itu, mendorong pelaku pasar melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham, yang dinilai memiliki ketahanan terhadap perubahan kebijakan BEI, maupun terkait penempatan DHE sumber daya alam.

Saham properti, perbankan, dan energi terpantau menguat, dan menopang IHSG, sehingga tak terpuruk terlalu dalam. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih aktif diburu investor hingga mengalami kenaikan di atas 1%.

Adapun harga saham BBNI naik 1,85% atau Rp70 menjadi Rp3.850 per lembar, dan BBRI menguat 1,57% atau Rp50 menjadi Rp3.240 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi dapat berbalik menguat terbatas, jika tetap bertahan di level 6.500, dengan bergerak di level support 6.450 hingga level resistance 6.550. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kabur Saat Diperiksa, 2 WN Nigeria di Bali Diamankan Imigrasi

BRIEF.ID - Upaya melarikan diri saat pemeriksaan keimigrasian di...

Kementerian Perang AS Umumkan Kontrak Proyek Jet Tempur F-15 Eagle, Indonesia Jadi Mitra

BRIEF.ID - Kementerian Perang Amerika Serikat (AS) mengumumkan kontrak...

DPR Ingatkan UU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik, 13 Tindak Pidana Jadi Sorotan

BRIEF.ID - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset memasuki...

IHSG Diperkirakan Volatil, Investor Tunggu Data Ekonomi dan Rebalancing MSCI

BRIEF.ID –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...