BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026) terjun bebas.
IHSG anjlok 3,56% atau 217 poin ke level 5.883, 88. Penurunan ini merupakan salah satu yang terburuk pada tahun ini. Volume perdagangan mencapai 269,4 juta lot saham dengan nilai transaksi Rp 15,15 triliun.
Saham-saham top gainers LQ45 terdiri atas SCMA, UNVR, KLBF, dan ISAT. Sedangkan saham-saham top losers LQ45 adalah BUMI, DEWA, CUAN, BRPT, AMMN, MBMA, dan INCO.
Saham seluruh sektor terpuruk di zona merah. Sektor basic industry turun paling dalam sebesar 6,64%. Saham-saham sektor basic industry yang tergerus cukup dalam, di antaranya CPIN, JPFA, INKP, TKIM, IMPC, BRPT, dan TPIA.
Sesuai perkiraan, Morgan Stanley Capital International (MSCI) Annual Market Classification Review masih mempertahankan Indonesia di kelas Emerging Market. Namun MSCI masih akan memonitor konsistensi dan efektivitas pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia yang telah dilakukan oleh otoritas bursa.
Jika sampai review indeks MSCI, pada bulan November 2026 belum ada perubahan yang berarti, MSCI masih berpeluang untuk mempertimbangkan menurunkan kelas Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Hal ini direspons negatif investor, di tengah minimnya katalis positif di bursa. Secara teknikal, IHSG breakdown level psikologis 6.000 diiringi histogram positif MACD yang menipis serta indikator stochastic RSI yang mengalami Death Cross di overbought area.
Diperkirakan, IHSG berpeluang menguji level 5750 pada perdagangan Kamis (25/6/2026). (nov)


