BRIEF.ID – Harga Bitcoin turun sebesar cukup signifikan sebesar 0,2% hingga menyentuh angka US$ 62.778,2 pada Rabu (24/6/2026), pukul 14:05 WIB.
Penurunan ini memperpanjang kerugian pada pekan ini karena kekhawatiran yang terus berlanjut atas tingginya suku bunga AS dan memudarnya minat investor, membuat pasar kripto tertekan.
Selain itu, anjloknya saham teknologi dan semikonduktor pekan ini membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko, sehingga kripto mendapat sedikit peminat meskipun investor beralih keluar dari saham teknologi yang sebelumnya melambung tinggi.
Pasar tetap waspada terhadap suku bunga AS yang tinggi dalam jangka panjang setelah sinyal hawkish dari pertemuan Federal Reserve pekan lalu. Data indeks harga PCE yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk.
Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran sempit selama sepekan terakhir, bertahan sedikit di atas level terendah tahunan di tengah minimnya sentimen positif untuk pasar kripto.
Tekanan pada harga kripto juga datang dari berlanjutnya arus keluar modal dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot, yang kini menuju minggu ketujuh berturut-turut mengalami arus keluar. (Investing.com/nov)


