IHSG Terhempas ke Zona Merah, 5 Saham Big Caps Jadi Pemberat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas ke zona merah pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2026).

Pelemahan IHSG terutama dipicu tekanan jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), yang kemudian menjadi pemberat bahkan membuat IHSG terhempas dari level psikologis 6.400.

Pada akhir perdagangan saham hari ini, IHSG ditutup melemah 0,30% atau 19,16 di level 6.315. Sebelumnya, IHSG dibuka naik 0,19% atau 12,14 poin ke level 6.346 pada awal perdagangan.

Bahkan pada akhir sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup menguat 1,51% atau 95,67 poin ke level 6.430.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau, sebelum akhirnya ditutup di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.454, dan level terendah di 6.306.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 63,319 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 3.188.552 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp23,941 triliun.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 321 saham naik harga, 299 saham turun harga, dan 176 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Meskipun lebih banyak saham yang mengalami kenaikan harga, IHSG tertekan lantaran saham-saham big caps turun harga, karena dilepas investor.

Tercatat ada 5 saham big caps yang mengalami penurunan harga, dan menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini, yaitu:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), merosot 3,46% atau Rp225 menjadi Rp6.275 per lembar, dan mengurangi 19,96 poin IHSG.

2. PT Antra International Tbk (ASII), anjlok 2,91% atau Rp150 menjadi Rp5.000 per lembar, dan mengurangi 6,14 poin IHSG.

3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), melemah 1,85% atau Rp50 menjadi Rp2,650 per lembar, dan mengurangi 4,63 poin IHSG.

4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,99% atau Rp30 menjadi Rp2.990 per lembar, dan mengutangi 4,4 poin IHSG.

5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,90% atau Rp40 menjadi Rp4.380 per lembar, dan mengurangi 3,28 poin IHSG.

Pelemahan IHSG dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap konflik Timur Tengah yang kembali memanas. Amerika Serikat (AS) dan Iran, saling melempar ancaman serangan, hingga mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.

Banyak kapal tanker yang seharusnya melintasi Selat Hormuz memutuskan kembali ke perairan di sekitar Teluk Persia, karena khawatir dengan eskalasi serangan antara AS dan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan militer AS akan menyerang infrastruktur strategis Iran, seperti jembatan bahkan pembangkit listrik, setiap kali militer Iran menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sebaliknya, Garda Revolusi Iran menyatakan  satu kapal tanker minyak terbakar akibat ledakan saat berupaya melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau di bagian selatan Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran bahkan menegaskan Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh Iran dan “ditutup sepenuhnya” selama operasi militer AS di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.

Hal itu, membuat investor khawatir dengan pasokan minyak dunia, sehingga harga minyak dunia kembali melonjak mendekati level US$100 per barel.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak dunia melonjak ke level US$97,25 per barel, seiring makin memanasnya konflik Timur Tengah antara AS dan Iran. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Ditutup Melemah, Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah pada...

Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

BRIEF.ID – Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang mendorong...

MK Kabulkan Gugatan Kuota Internet Hangus

BRIEF.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji...

Indonesia-FBI Perkuat Kerja Sama Pengembalian Artefak Budaya

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur...