IHSG Terhempas dari Level 7.100, Saham Sektor Pertambangan Jadi Pemberat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas dari level 7.100 pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2026).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,44% atau 31,32 poin ke level 7.153. Tekanan terhadap IHSG terus berlanjut hingga ditutup terkoreksi 1,25% atau 89,91 poin di level 7.094 pada akhir sesi I perdagangan.

Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau terus bergerak di zona merah, sempat menyentuh level terendah di 7.079, dan level tertinggi di 7.161.

Data perdagangan BEI di akhir sesi I menunjukkan sebanyak 433 saham turun harga, 227 saham naik harga, dan 151 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 14,490 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.037.687 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,896 triliun.

Tekanan terhadap IHSG dipicu aksi jual yang dilancarkan investor terutama pada saham-saham sektor pertambangan, seperti saham PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Aksi jual investor menyebabkan saham BREN terpangkas 6,82% atau Rp375 menjadi Rp5.125 per lembar. BREN terpantau memberi tekanan terhadap IHSG sebesar 12,97 poin.

Sementara AMMN Mineral juga masih mengalami tekanan jual, hingga terkoreksi 4,98% atau Rp255 menjadi Rp4.870 per lembar. AMMN memberi tekanan sebesar 7,47 poin terhadap IHSG.

Selanjutnya BYAN masih aktif dilepas investor, hingga turun sebesar 2,63% atau Rp300 menjadi Rp11.125 per lembar. BYAN memberi tekanan terhadap IHSG sebesar 3,99 poin.

Sedangkan BRMS terus mengalami koreksi hingga turun sebesar  3,21% atau Rp25 menjadi Rp755 per lembar. BUMI memberi tekanan sebesar 3 poin terhadap IHSG.

Konflik Timur Tengah, yang berpotensi menyebabkan krisis energi global, masih menjadi pertimbangan investor, sehingga memutuskan untuk menarik modal dari emerging market termasuk Indonesia.

Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia yang menunjukkan perlambatan, juga menjadi sentimen negatif bagi investor, ditambah kekhawatiran akan melebarnya defisit fiskal akibat lonjakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat kenaikan harga minyak dunia.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak di kisaran level support 7.000 hingga level resistance 7.150. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dongkrak Ekonomi Kuartal IV 2026, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan dan BSU Rp31 Triliun

BRIEF.ID – Pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp31 triliun...

Pemerintah Siapkan 7 Program Ekonomi 2027, PPh Pekerja di Bawah Rp10 Juta Bakal Diperluas

BRIEF.ID - Pemerintah tengah menyiapkan perluasan insentif pajak penghasilan...

APBN 2027 Naikkan TKD Jadi Rp735 T, Pemda Bisa Akses Pembiayaan Inovatif

BRIEF.ID - Pemerintah daerah (pemda) akan mendapat akses pembiayaan...

Skema Recycle KPR Dorong Rumah Subsidi Jadi Aset Hunian yang Terus Berputar

BRIEF.ID – Rumah subsidi yang kembali dikuasai perbankan akibat...