BMKG Prediksi Indonesia Baru Masuki Musim Hujan di Bulan November 2026

BRIEF.ID – Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino masih akan melanda wilayah Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Kapan kira-kira Indonesia mulai memasuki musim hujan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan akan terjadi pada November 2026 di sebagian wilayah Indonesia dan secara bertahap akan merata di bulan Desember 2026. Wilayah sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan diprediksi akan memasuki musim hujan pada November 2026.

Sementara sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan diprediksi akan memasuki musim hujan pada Desember 2026. Menurut BMKG, puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” ujar Kepala BMKG Faisal Teuku Faisal Fathani.

BMKG juga menyebut durasi musim hujan kali ini relatif lebih pendek. Meski begitu, akumulasi curah hujan diprediksi berada di atas normal, sehingga potensi hujan lebat dengan intensitas tinggi sangat mungkin terjadi.

Menurut BMKG, kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Nino yang sedang berlangsung dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpeluang berada pada fase positif hingga akhir 2026. Kombinasi keduanya disebut dapat mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Namun juga yang perlu kita waspadai adalah bahwa puncak musim hujan ini cukup padat. Artinya gini, hanya terjadi di paling banyak terjadi di 3 bulan ini, ya, di Desember, Januari, Februari, ya. Ini mungkin yang perlu menjadi kewaspadaan kita,” ungkap Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab. (bis)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPRD Desak Pemprov Jakarta Perluas Integrasi Transportasi Umum, Ini Alasannya

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk...

CFD Jakarta Diusulkan Diperluas ke Blok M hingga Kota Tua, DPRD Minta Kajian Lalu Lintas

BRIEF.ID - Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau...

Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air Bersih, 141 Ribu Ha Sawah Diselamatkan dari Kekeringan

BRIEF.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 48,9 juta...

IHSG Balik Arah ke Zona Hijau, Lebih Dari 400 Saham Naik Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...