BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas dari level 6.000 pada perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026).
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,44% atau 26,94 poin ke level 6.128. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,45% atau 2,70 poin ke posisi 601,13.
Namun IHSG perlahan berbalik arah ke zona merah dan melemah 1,69% ke level 5.998 pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS.
Pelemahan IHSG dipengaruhi pergerakan rupiah yang melemah 0,61% di level Rp17.954 per dolar AS, dan menjadi mata uang terlemah di Asia.
Selain itu, pelemahan IHSG dipicu penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait klasifikasi Pasar Modal Indonesia yang masih dipertahankan di emerging market.
Meski demikian, MSCI memberi waktu hingga November 2026 untuk transformasi lanjutan yang dilakukan otoritas Pasar Modal Indonesia. Jika tidak ada perbaikan dari sisi transparansi, yang menjadi konsen investor intitusi internasional, pasar modal Indonesia terancam tuurun ke klasifikasi Frontier Market.
Sentimen negatif dari dalam dan luar negeri, membuat saham-saham unggulan berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual, hingga turun harga dan memberatkan IHSG.
Hingga pukul 13:00 WIB, IHSG terpantau masih melemah 1,62% atau 99,13 poin ke level 6.002. Selama perdagagan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.993, dan level tertinggi di 6.171.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 426 saham turun harga, 201 saham naik harga, dan 178 saham tidak mengalami perubahan harga.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 12,231 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.045.975 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp6,739 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi beras banyak dilepas investor, terutama di sektor keuangan, energi, barang konsumsi, dan infrastruktur.
Adapun saham Grup Bakrie, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk mengalami tekanan harga antara 5% hingga 10%.
Harga saham BUMI turun 5,39% atau Rp9 menjadi Rp158 per lembar, sedangkan harga BRMS turun 10,16% atau Rp65v menjadi Rp575 per lembar.
Selain itu, saham 4 bank besar juga mengalami koreksi hingga 2%. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan terdalam, yakni 2,43% atau Rp100 menjadi Rp4.020 per saham.
Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 2,04% atau Rp70 menjadi Rp3.360 per lembar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 1,72% atau Rp50 menjadi Rp2.860 per lembar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,41% atau Rp25 menjadi Rp6.100 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah di kisaran level support 5.900 hingga level resistance 6.100. (jea)


