IHSG Melesat 5% Tembus Level 6.300, Saham 4 Bank Besar Diborong Investor

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 5% hingga menembus level 6.300 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (15/6/2026).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 1,85% atau 111,07 poin ke level 6.118. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,24% atau 13,38 poin ke posisi 601,83.

Penguatan IHSG terus berlanjut hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 waktu JATS, dengan ditutup menguat 5,03% atau 302,07 poin ke level 6.309.

Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 6.313, dan level level terendah 6.118.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 660 saham naik harga, 86 saham turun harga, dan 79 saham lainnya tidak mengaami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume transaksi sepanjang sesi I perdagangan mencapai 33,256 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.928.752 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp17,200 triliun.

Penguatan IHSG hari ini ditopang kabar kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah. Perjanjian perdamaian dikabarkan akan ditandatangani pada pekan ini.

Sumber dari pertinggi Iran mengungkapkan perjanjian dengan AS kemungkinan akan ditandatangani disela-sela pertemuan G7. Selain memperpanjang kesepakatan gencatan senjata, kedua negara juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran minyak dan gas (migas) global.

Diperkirakan penandatangan kesepakatan AS-Iran akan dilakukan di Jenewa, Swiss,  yang tidak jauh dari lokasi perhelatan G7, di Evian, Prancis, pada 15-17 Juni 2026.

Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump, dalam cuitan di media sosial mengungkapkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance dan Utusan Khusus, Steve Wifkoff, akan menandatangani kesepakatan peerdamaian dengan Iran pada pekan ini.

Menurut Trump, kesepakatan damai interim ini akan memperpanjang masa gencatan senjata selama dua bulan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan negosiasi lanjutan seputar program nuklir Iran.

Kabar tersebut memunculkan harapan konflik Timur Tengah segera berakhir, sehingga harga minyak dunia jenis Brent yang menjaid acuan global anjlok 4,25% menjadi US$ 83,61 per barel pada perdagangan hari ini.

Kejatuhan harga minyak global membuat pasar keuangan kembali bergairah. Arus capital outflow kembali masuk ke pasar keuangan emerging market, termasuk Indonesia.

Hal itu, terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah yang telah menembus level psikologis Rp17.600 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Investor juga aktif memborong saham-saham unggulan di BEI, antara lain saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Harga saham BBCA melesat 7,59% atau Rp450 menjadi Rp6.375 per lembar, BMRI menguat 5% atau Rp210 menjadi Rp4.410 per lembar, BBNI melonjak 6,18% atau Rp220 menjadi Rp3.780 per lembar, dan BBRI naik 4,21% atau Rp120 menjadi Rp2.970 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi terus bergerak di zona merah di kisaral level support 6.110 hingga level resistance 6.350. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Daya Tampung Capai 245.980 Murid

BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan daya...

Rupiah Menguat ke Level Rp17.600 per Dolar AS Imbas Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5%

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke level...

Blokade Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level US$80 per Barel

BRIEF.ID - Harga minyak dunia anjlok ke level US$80...

Harga Emas Antam Naik di Awal Pekan, Dibanderol Rp2.729.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...